Kompilasi film pendek ReelozInd (2016)

14026733_1581879322118609_323545477_n.jpg

Kineforum kali ini memutar beberapa film pendek yang terpilih dari program Reloozind: Australia Indonesia ShortFilm Festival. Kurang lebih saya sepakat dengan apa yang disampaikan panelis kemaren malam, Wregas dan Nick, para short-movie-maker yang telah mengicipi penghargaan internasional. Ada 2 film yang sangat menarik perhatian saya untuk saya ingat, dengan catatan kecil dan remeh sebagai berikut ini:
1. Jembatan Sibuk, David Darmadi, 2006.
Film yang bergenre short DailyDocumentary ini merekam sibuknya sebuah jembatan di kota Padang. Shot-shot ditaruh di tempat-tempat yang tidak mengintervensi para pengguna jembatan tersebut, memperlihatkan framing yang ‘yo wes ngono kui’, jujur, dan tidak berlebihan. Sudut pandang yang sangat menarik hanya dari merekam jembatan dari kanan, kiri, bawah, depan, belakang, samping, dan juga merekam manusia-manusianya sebagai objek yang sama derajatnya dengan jembatan itu sendiri. Mantap.

2. Amelis, Dery Prananda, 2016.
Media hitam putih membuat film ini mempersilahkan saya untuk mengolah semua informasi yang saya terima dengan tidak berprasangka. Sebagai film fiksi pendek plotnya cukup jelas: seorang pemuda yang bingung bagaimana membawa jasad ayah/kakek/kerabatnya dari rumah sakit. Mimik dan perilaku setiap manusia yang muncul di film ini membuat film ini banyak bercerita walau tidak ada dialog satu detikpun. Mantap (juga).

Advertisements

~ by imankurniadi on September 22, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: