The Infinitely Polar Bear (2014)

The Infinitely Polar Bear, sebuah film drama keluarga yang sangat too much drama.
I won’t ruin the fun, nggak akan cerita tentang plot utama atau sinopsis film ini, silahkan googling sendiri. Film ini menggunakan aspek psikopatologi dan abnormalitas dalam ceritanya. Jadi film ini wajib buat para mahasiswa psikologi dan alumninya. Jika nanti keluar komen di bawah “kalo saya bukan mahasiswa psikologi mas?” nggak akan saya jawab. The Infinitely Polar Bear, sebuah film drama keluarga yang sangat too much drama.
I won’t ruin the fun, nggak akan cerita tentang plot utama atau sinopsis film ini, silahkan googling sendiri. Film ini menggunakan aspek psikopatologi dan abnormalitas dalam ceritanya. Jadi film ini wajib buat para mahasiswa psikologi dan alumninya. Jika nanti keluar komen di bawah “kalo saya bukan mahasiswa psikologi mas?” nggak akan saya jawab.

Eh gimana tadi? Saya ngomong dua kali ya.

Sebetulnya ada kekhawatiran saat saya meninggalkan rumah kontrakan, apakah. Sudah saya kunci atau belum, sehingga saya harus memastikan dengan cara menguncinya tiga kali.

Yap, seperti itu kurang lebih filmnya bercerita tentang.

Atau ada sebuh energi yang meluap-luap, sebuah pemikiran (lebih pada bicara pada diri sendiri, bukan berkenaan dg intelektualitas) yang tidak pernah berhenti untuk terus berputar dan terus berputar di otak. Berputar terus di otak. Berputar terus di otak. Berputar terus. Di otak. Di jam 2 pagi yang masih terjaga 100%.

Ya begitulah.

Atau sebuah ide yang keluar dari otak kanan (otak kanan punya tugas memunculkan perilaku kreativitas), kadang ide itu muncul bertubi-tubi, bertubi-tubi, bertubi-tubi. Dan seterusnya.

Lalu selanjutnya…

Sebuah interaksi sosial menjadi sangat penting buat saya, atau sama sekali tidak penting. Saya sering melakukan withdrawal, bahkan intensitasnya semakin meningkat akhir-akhir ini. Jika interaksi itu terkadi dg awal yang baik, sayalah yang menjadi pihak yang selalu merusaknya. Hehehehe.

Apa lagi.
Atau coping atas energi, ide, dan pemikiran yang terus berputar dengan cara yang baik atau negatif. Baik, dg menulis. Traveling. Apa lagi? Negatif, dengan 🍻.

Jadi seperti itu. Jadi bagaimana? Apakah sudah mengerti film ini tentang apa?

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on December 21, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: