COURT (2014)

Lets have a self talk, about movies.

Best picture oscar, Birdman ✔
Best documentary oscar, Citizen Four ✔
Best film Bafta, Boyhood✔
Grand jury prize Sundance documentary, The Wolfpack ✔
Grand jury prize Sundance drama, Me, Earl, and the Dying Girl ✔
Palma d’Or Cannes, Dheepan ✔
Film terbaik piala citra Ffi, Siti ✔
Film terbaik Malaysia, Lelaki Harapan Dunia ✔
Film terbaik India, The Court ✔

Setelah direview kembali, film-film terbaik tahun 2015 di atas saya tonton di laptop, pemutaran alternatif, dan festival film. Tidak ada yang saya tonton di bioskop. Saya nonton Siti di ajang tahunan Film Musik Makan di Goethe beberapa bulan lalu. Saya nonton Dheepan di Jaff, saya nonton Boyhood dan Birdman hasil membajak.

(first rule about torrent, you don’t talk about torrent).

Saya akan fokus membahas The Court. Jadi ceritanya, di Jaff saya dan andyn bertemu dg Ismail Basbeth. Setelah ngalor ngidul ngobrolin film, tibalah pada percakapan, “besok pagi aku nonton The Court mas”. Dia exited dg pikihan kita, dan bercerita bahwa sutradara The Court lebih mida darinya, namun punya sudut pandang penyutradaraan yang tak kalah pengalaman. Pikir saya sih, ya iya lah, lha wong dia programmernya, pasti semua film dia rekomendasikan. Saya harus buktikan dengan mata kepala saya sendiri.
Pagi kita datang ke taman budaya dan menunggu pintu studio dibuka. Dan akhirnya kita nonton The Court. Sebuah film sederhana dari India, yang tahun depan film ini adalah film yang akan mewakili India di ajang Academy Awards di kategori Foreign Movies.

(BTW, yg dari Malaysia adalah Lelaki Harapan Dunia, dan coba tebak dari Indonesia apa?)

Filmnya dari awal sudah sangat simpel. Scene awal dibukan dengan seniman tua yang bernyanyi (berorasi) di sebuah panggunh. Dia ditangkap. Kemudian harus mengikuti serangkaian proses peradilan yang sangat menguras tenaga.
Ada 3 pihak terkait peradilan ini, yang menjadi plot utama: sang pembela, sang penuntut, dan sang hakim. Sebetulnua saya sudah merasa keadilan itu semu saat film ini menyorot ke 3 karakter tsb, namun tidak menyorot terdakwa. Sorotan kehidupan pribadi 3 pihak ini akan menentukan opini kita, apakah mereka benar-benar “berfungsi” di sebuah proses peradilan. Dibandingkan hal-hal yang terkait dengan konsep “hukum” atau “adil”, saya rasa isu integritas sangat kuat disampaikan di film ini.
Tidak banyak film india yang saya suka. Mungkin saya hanya bisa mengingat 2 judul film india terbaik yg pernah saya tonton: The Lunchbox dan The Court.

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on December 11, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: