The Move (2013), a movie from Kyrgyzstan

Saat ini saya harus paksa diri saya sendiri untuk berceloteh/menulis apapun tentang film ini. Saya harus paksa diri saya sendiri untuk menulis seperti apa sebuah kesan sebagai reaksi reflek alamiah.

4 desember 2015 pukul 8:30 saya tiba di stasiun tugu, setelah mengalami perjalanan buruk dengan kereta bogowonto yang servicenya 💩pada hari itu. Belum tidur nyenyak saya langsung ke hotel teman menginap numpang mandi, dan masih membawa tas Full saya ke jaff jogja. Kemudian menonton film pertama yg saya tonton di festival ini, The move, sutradara Marat Surulu, asal Kyrgyzstan.

Iya, Kyrgyzstan Tau nggak ini di mana?

Salah satu yang membuat saya ketagihan nonton festival film adalah bereksperimen menonton film “apa sih ini?” tanpa mengetahui skor imdb-nya, tanpa mengetahui komentar-komentar kritius, tanpa menggoogling apapun tentang film ini. Motivasi kecil saya, “oh dari Kyrgyzstan, oke lah dicoba, random”.

Pagi ini saya mencoba menggoogling dan informasi film ini sangat terbatas di situs imdb dan rotten tomatoes. Bahkan kedua situs ini tidak menaruh foto posternya.

Sebelum menonton saya menyapa ismail Basbeth, seusai dia melakukan diskusi dg penonton di filmnya Another trip to the moon. Kata dia, “udah makan siang belum?”, kata dia kepada kami, memberikan tips untuk menonton the Move. Saya sih belum, ternyata saya tau maksudnya.

Film ini membutuhkan fokus dan kinerja seluruh indra yang baik. Film Tidak hanya visual dan suara, kekuatan alur cerita, cerita, dan dialog-nya gila. Terlalu banyak perfect shot. Terlalu banyak! Ini film yg semua shotnya bisa dijadikan poster film!

Saad katanya sih nangis. Klo ga salah dia bilang gini “pokoknya setelah nonton The Move, sepertinya festival ini sudah selesai, sudah memberikan film terbaiknya”.

Padahal masih tanggal 4, Festival masih berjalan sampe tanggal 6.

Andi Budrah juga bilang gini, “ini film pertama berdurasi 180 menit yg bikin aku nggak ngantuk. Soundnya Gila deh…”

Bayangkan, suara aliran air sungat, rumput yg ditiup angin, suara pompa raksasa, lalu lintas yg memberikan ambience mistis.

Merinding.

Dialognya apa lagi. Kita nggak usah ngeluarin banyak tenaga untuk memperhatikan dialognya. Padat, namun terasa pekat.

Ini film yang akan saya ingat. Semoga malam-malam ini akan masuk long term memori.

Permanen.

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on December 6, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: