Phoenix (2014)

Phoenix adalah film ke tiga yang saya tonton di German Cinema 2015. Lagi-lagi masih menyinggung tentang concentraton camp Auschwitz.Dua film sebelumnya Labyrinth Of Lies yang berdasarkan kisah nyata tentang pengungkapan kebenaran dan Aud Das Leben yang dibuat oleh keturunan keluarga yang berhasil survive dariAuschwitz, sedangkan Phoenix film drama fiksi yang berlatar waktu masih berkisar di antara peristiwa sejarah itu. Film ini mengisahkan Nelly Lenz (Nina Hoss) seorang sirvival dari Auschwitz, wajahnya hancur terkena bom, kemudian Lene menolongnya, membawanya ke dokter bedah plastik di Berlin untuk merekonstruksi wajahnya kembali. Setelah keluar dari camp concentration dan wajahnya ‘diperbaiki’, obsesi Nelly adalah menemukan Jhonny suaminya. Nelly bertemu dengan suaminya, di sebuah klab malam bernama Phoenix. Dengan wajah yag baru selesai “diperbaiki”, Jhonny tidak mengenali Nelly. Nelly berkenalan dengan menggunakan nama Esther. Jhonny bukanlah orang baik. Di sini Nelly menunjukkan bahasa tubuh yang menggambarkan kebimbangan. Mengapa dia terlalu terobsesi denngan Jhonny? Jhonny bertemu Nelly (Esther), dan dia menempatkan Esther dalam peran “penipuan”. Di mana Jhonny akan memanfaatkan Esther berperan sebagai istrinya, Nelly – seorang survival dari camp concentration —  untuk mendapatkann sejumlah uang.

Jhonny melatih Esther untuk berperilaku seperti istrinya, yang sebetulnya, esther memang istrinya. Inilah yang menarik, rekonstruksi Nelly sebagai Esther untuk bermain peran sebagai istri Jhonny. Bagaimana Jhonny dengan licik memanfaatkan Esther untuk mendapatkan keuntungan, dan bagaiman Nelly menunjukkan rasa-keinguntahuannya mengenai perasaan honny kepadanya.

Film-film Nina Hoss memang semuanya superb. Saya lupa German Cinema pertama ada dia atau tidak, namun saya ingat betul di German Cinema tahun 2013 dan 2014 saya juga menonton filmnya. Saya sangat suka saat dia berakting di film Barbara (2012). Nina Hoss sangat memukau memerankan Nelly di film Phoenix. Sebuah ttoalitas gesture, mimik, gaze, dan cara bicara. Film ini dibukan dengan penuh depresi, dan ditutup dengan nyanyian indah. Endingnya :https://www.youtube.com/watch?v=rkAHi2wNSsc(Nelly sing Speak Low, Jhonny as the pianist)

Phoenix, Imdb : http://www.imdb.com/title/tt2764784/?ref_=fn_al_tt_1

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on September 14, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: