Inside Out (2015)

Inside Out adalah film ke sekian yang diproduksi oleh Pixar. Bagi yang belum tau, sebetulnya dulu Pixar adalah anak perusahaan Apple, namun kini telah dibeli oleh Disney. Film pertanya mereka Toy Story merupakan salah satu pioneer film animasi berkemas 3D. In my opinion, kemasan 3D tidak hanya menjadi keungulan film-film yang mereka produksi, namun juga ide dan alur cerita, konflik yang dibawa, dan nilai-nilai positif dalam film-film Pixar membuat mereka menjadi langganan Oscar.

Saya telah membaca artikel ulasan, preview, kritikan, tentang film ini, namun yang selalu menarik adalah easter egg-nya (tulisan berikut kurang lebih njiplak slash film dot kom) berikut ini:

1.       Ada beberapa hal yang terus (selalu muncul) di semua film pixar. 1. Pizza Planet. 2. A113. 3. Bola kuning-biru-intang-merah. Pizza palnet adalah sebuah brand pizza di film-film pixar, lambangnya roket. Sedangkan A113 adalah sebuah studio animasi. Googling aja ya mengenai A113 ini.

2.       Easter egg lain, muncul karakter “for the birds” kemudian, sedikit clue/scene mengenai A Good Dinosaur. I’m really really really exited! Ada 2 film Pixar dalam tahun 2015.

3.       Ada serangkaian bola-bola memori Carl and Ellie (tokoh Up)

4.       Yang menarik adalah easter egg mengenai playground saat Riley kecil, dan playground itu merupakan playground yang sama di film Toy Story 3.

5.       Ada majalah “Oui, Chef” (Rattatoulie) di meja makan keluarga Riley

6.       Ada poster “La Luna” di kelas Riley

7.       Pete Docter (sutradara Inside Out) adalah karakter “angry”

8.       Masakan cina yang dimakan keluarga Riley = masakan cina yang dimakan oleh Sulivan di Monster Inc, muncul juga di film Bug’s Life dan Rattatoulie.

9.       Ted, monster raksasa di MonsterInc, muncul juga di Dream Production di kepala Riley

10.   Imagination Board Games merupakan karakter-karakter film Pixar

Inside Out masuk ke 250 film terbaik sepanjang asa versi IMDB dan memiliki peringkat tertinggi diantara film-film pixar lainnya. Menontonnya, kembali mengingat-ingat mata kuliah psikologi kepribadian, psikologi kognitif, dan juga psikologi faal tentang otak manusia. Ada sebuah tahap penting di film inside out yaitu pada saat Riley tertidur. ‘Tidur’ adlaah fase dimana semua ingatan masuk dalam long-term-memory. Sebah ingatan-ingatan penting akan disimpan dan sisianya akan dibuang. Proses ini adalah salah satu proses komples dari Rem (Rapid Eye Movement). Joy juga menyebutkan “REM” di dalah satu dialog di film ini. Apa itu REM ?https://en.wikipedia.org/wiki/Rapid_eye_movement. Ada hal-hal lain yang juga berhubungan jelas dengan system fisiologi otak. Tepat penyimpanan LTM di film Inside Out itu seperti lekukan-lekukan otak manusia. “Headquarters” atau pusat control dimana Joy dan kawan-kawan beekrja, mungkin itu yang disebut sebagai bagian cerebral cortex, tempat fungsi-fungsi utama otak bekerja (berfikir, persepsi, tindakan-tindakan kompleks, problem solving, Bahasa, dll). Ada stimulus dari lingkungan – dterima oleh mata dan lanjut ke orak (kemudian joy dkk bekerja) – Riley memberikan respon – otak menngingat dalam bentuk STM stimulus tersebut, mempersepsikannya (bahagia/sedih/lainnya) – Riley tidur – STM masuk ke dalam LTM.

Mengenai Psikologi Kepribadian, sebetulnya banyak sekali yang bisa dikaji dari film Inside Out. Namun, teoru, konsep Psiologi Kepribadian itu buanyaaakkk banget. Saya pun kurang pede membahasanya. Karena alasan saya harus kuat, misalnnya: menggunakan aliran yang mana, teorinya siapa, konsep seperti apa, dll. Misalnya, jika dikaji dari teori perkembangan social (teori social kognitif) Bandura, self system adalah sturktur kepribadian. Sturktur tersebut diperoleh dari interaksi timbal-balik antara kognitif-perilaku-lingkungan. Inilah yang mungkin digambarkan di film inside out “pulau-pulau utama”. Setelah pulau utama terbentuk, menjadi sebuah system self yang membentuk struktur kepribadian. Mungkin klai dibahas dalam teori Psikoanalisa Sigmund Freud akan lebih njelimet lagi. Atau pendekatan yang lain seprti aliran humanistic oleh Carls Rogers dan Victor Frankle (my favorite), atau behavioralisme Pavlov dan Skinner.

Namun jika saya ingin menyimpulkan (sotoy) sendiri, Inside Out itu film tentang bagaimana proses berdamai dengan diri kira sendiri. Emosi kita berkecamuk dalam memahami sebuah situasi – yang merupakan interaksi tmbal balik antara lingkungan-kognitif-perilaku. Sama juga saat di anak laki-laki memandang pertamma Riley di pinggir lapangan ice-hockey, emosinya juga bekecamuk (alert, girl!). Tidak ada satu fifat (emosi) yang dominan dalam diri kita. Tidak ada satu emosi yang dominan, karena emosi bersifat kontinum, tidak benar-benar diskrit (saklek, terbatas, itu saja). Dalam hal ini Riley dalam menjalani perkembangannya di masa anak-anak s/d sebelum puber, emosi (kepribadian) Joy yang dominan. Lalu seiring perkembangannya/pertumbuhannya diperkenalkan dengan situasi-situasi baru (sepeti pindah rumah, ayah yang terlalu sibuk) maka terjadi interalsi kognitif-lingkungan-perilaku dan kemudian kepribadian lain akan mulai mengambil tempat (akan mulai dominan), yaitu Sadness.

Inside Out, film tentang apa yang membuat manusia benar-benar manusia, emosi.

(Yg nggak setuju dg ulasan di atas bisa komen di bawah)

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on August 24, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: