Catatan Kecil Perjalanan : Mudik 2015 (4)

Part 4. Sebelum pendakian ke Ranukumbolo.

Tahun 2000. Suatu hari saya masih duduk di kelas 1.1, saat itu ulangan matpel ekonomi. Satu deret bangku ada 3 siswa. Tutuko, saya, Maradona. Saya masih belum percaya diri (maksudnya nggak belajar), namun saya percaya dengan catatan lengkap di buku saya. Saya berbuat curang. Tengah-tengah ulangan saya menyembunyikan dan membuka buku catatan di bawah meja. Dan tidak sadar, ternyata Pak Basuki sudah ada di belakang saya melihat kecurangan yang saya lakukan.

Aku ketemon…

Isin pek…

Pak Basuki ini guru yang agak nyentrik. Selain guru ekonomi, dia juga adalah pembina ekstrakurikuler BX-4, Bhawikarsu X-4 (4 arah mata angin) sebuah club pencinta alama Sma 3 Malang. Mungkin sudah menjadi bahian dari hidupnya untuk terus jalan-jalan, dan tidak berhenti sampai dengan hari minggu lalau, saya bertemu dengannya di perjalanan menuju ranupani, di sebuah spot view bromo dari atas.

Dan ini bukan pertemuan pertama saya dengan beliau, setelah lulus tahun 2003.

Tahun 2010 kalau tidak salah. Saya, ella (erlangga), Yudi, naik motor ke Bromo, via wonokitri. Camping di penanjakan. Niatnya bertemu Bita dan Amri dari komunitas Odong-Odong Traveler. Eh ternyata mereka ditemani Pak Basuki. Setelah pensiun dari Sma 3 pak Bas ngajar do STT Telkom. Dan Amri (pelopor Odong-Odong Traveler) adalah salah satu muridnya.

Tahun 2012. Saat itu saya masih bekerja sebagai freelancer bersama Pak Made (Win Consultant). Kami mengerjakan project ttg organizational culture Dupon, dan kami mendapatkan fasilitas kamar hotel di Hotel Santika Malang. Suatu malam, saya ketemu Pak Basuki kembali. Di sebuah lift di hotel tersebut.

Akhir tahun 2013. Elvi, cyntia, dan kawan-kawan sedang berkunjung ke Pulau Sempu. Saya berniat menemani dan ingin kembali mengunjungi pak Di (almarhum) pemilik salah dua kapal di pantai Sendang Biru. Saat pulang, saya mampir sebuah warung makan, dan kembali bertemu Pak Basuki.

2015, hari minggu dua hari lalu. Saya bersama trio Rieval naik motor ranupani. Posisi saya mengikuti dari belakang, dan kemudian mereka berhenti untuk menikmati pemandangan padang savana, Padang pasir, dan keindahan bromo lainnya. Di sebuah pos ada bapak-bapak sepuh sedang mengeluarkan trangia dan memasak air. Di tangannya sudah ada secangkir seduhan teh yang siap dinikmati. Lalu saya berteriak “pak Bas!!!!!”. Dia berencana mengantarkan keponakannya ke ranupani. Naik sepeda motor. Dia membuatkan secangkir teh untuk saya. Dan kita berbicara tentang apa saja, dan juga tentang teman-teman saya lulusan 2003.

“aku yo wes gak keitung mrene ping piro. Tujuane podo, wektune bedo, ceritane mesthi bedo”.

Lalu kita berfoto bersama.

Lalu saya berpamitan, dan dia berkata “salam kanggo konco-koncomu”

Cc: teman-temanku Bhawikarsu lulusan 2003, salam dari pak Bas yo rek… – with Mohammad Risha, Yan, Baskoro, Selo, Bana Atika , Denny, nurdin, Erlangga Bayu Permata, Ryan, Hamsah, Prima, Rahmat, Margananto, Triagung, Ayu, adithiya, wildan, Ika, Rizal, J, Anggita, Kartika, Amy, Rofyka, Ade, Andik, Senia, kartika , and rosatyani

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on July 21, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: