Evangelion

Sebetulnya yang harus disalahkan adalah kakak saya. Dia unik. Pas smp bacaannya Riwayat Sang Kala aka Brief History of Time. Kita sama-sama suka film scifi yg diputer malam hari: X Files,Millenium, The Profiler, Space Above And Beyond, Sea Quest, dll. Dan akhirnya sewaktu saya SMP, dia suka sekali nonton anime. Dan salah satu serial yg kita tonton adalah Evangelion. Saat itu pinjem vcdnya ditonton subtitlenya Inggris. Sayang perbendaharaan kata saya masih lemah saat itu. Menontonnya harus dengan penjelasan dari kakak saya.

Akhirnya Evangelion di remake ulang, dg produser asal Amerika. Semacam.menjadi film “ova”-nya. Kalau tidak salah, filmnya terbit tiap 2 tahun sekali. Dengan dubbing dan subtitle Inggris, saya bisa lebih mengerti.

Sering saya katakan, film bertema dystopia adalah kesukaan saya. Evangelion ini mindfuck, dystopia yang bertingkat, atau, dystopia setekah dystopia. Menceritakan di masa depan terdapat “senjata” yang memberontak, mulai menyetang manusia. Lalu terjadi genocide, dan manusia mencoba membuat “senjata” yabg serupa. Senjata pertama disebut Adam, kedua disebut Eva.

Film ini mencampuradukkan antara aspek psikis, emosi, alam bawah sadar manusia dengan Filosofi KeTuhanan. Dengan casing masa depan, dunia baru, dan science fiction. Mecha Evangelion sudah sangat terkenal lah, karakter dan bentuknya. Tapi untuk benar-benar memahami maksud filmnya, itu sukar.

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on July 13, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: