It Follows (2014)

Rottentomatoes nya sih 96%. Tapi yang bikin penasaran film ini masuk Cannes dan pujian yang diberikan tidak sedikit. Sebagai film horror, film ini kelewatan simpel. Dan memang sepertinya dibuat dengan sangat mudah berbiaya sangat rendah. Namun ceritanya…Ya…..genre horor memang bukan aku banget (gak kayak Rado), tp ceritanya memang bagus. Otentik lah.

Salah satu film horor yang bikin aku mikir. Dan….

(spoiler alert ⚠, Yg penasaran dg film ini stop ⛔ baca sampai sini aja)

It Follows, artinya “it” atau itu mengikuti. Itu (sesuatu) mengikuti. Saya suka film horor dengan aturan-aturan yg memperkuat unsur keseramannya. Aturan dalam It Follows adalah, pertama, kutukan bisa di transfer, dengan cara berhubungan intim. Artinya kutukan akan diterima gantian, pria, wanita, pria, wanita, dst. Kedua, kutukan “mengikuti” akan hilang, kutukan “bisa melihat” tidak akan hilang. Ketiga, jangan sampai “tersentuh”, klo tersentuh kamu mati. Klo mati, kuntukan akan kembali ke orang sebelumnya.
Nah, ada dua hal yang saya suka: pertama kepintaran para karakter. Di film ini diceritakan bahwa Hugh adl cowok yg cerdas. Dia menceritakan semua atiran itu kepada Jay. Sehingga, Jay “terjebak” dengan awareness nya, terhadap “it” yg “follows” dia. Kebalikannya, Jay lebih didominasi emosi dan ketakutan. Dia main trabsfer kutukan, tanpa menceritakan aturan kepada org itu. Jika awareness terbentuk, dan kutukan akan tertransfer dalam banyak org, maka, orang-orang yang pertama (misalnya Hugh) akan menjadi lbh aman. Sayangnya pacar Jay nggak mikir seperi Hugh. Dia main berhubungan intim aja. Saat orang itu mati, dia tinggal mikir “ya udah aku berhubungan dg yang org lain lagi”. Seharusnya Jay bisa membuat dirinya mjd aman, dengan cara Hugh. Setelah di transfer kutukannya, dia bilang aturan2 yang tadi, dan kemudian orang lain aka meneruskan kutukan kepada orang lain juga…dan seterusnya….

Yang saya suka adalah ending film ini. Jenius sih. Si Jay akhirnya bergandengan tangan dengan sahabatnya sendiri. Yang sudah sangat amat lama berteman. Bergandengan tangan dan “bergandengan tangan” tanpa emosi. Bukan, tanpa dikuasai emosi. Toh Jay menganndenga tangan sahabatnya setelah dia mentransfer kutukannya kepada orang lain. Setidaknya ini ending yg saya pahami. Tapi, sekali lagi, Jay tidak sepintar Hugh.

Di Wikipedia ada yg mengintepretasikan It Follows sebagai STD (sexual transmission disease), seperti Aids. Bisa jadi, filmnya agak menyentil msl tersebut.

Keren. – with Fandy and Rado

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on June 12, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: