100 years ole man who jump out of the window and dissapear

“DON’T UNDERRATED THE MIDDLE OF NOWHERE ”

Tetiba Saya semakin bersemangat. Tjdak, dari awal sudah sangat bersemangat. Saya curhat ya. Hari imi masuk kantor dengan sisa-sisa kelelahan krn Trip ke semarang 3 hari lalu. Trip yg asik.
Sore ini antara ya atau tidak mengunjungi eos, antara Erasmus huis atau goethe. Jam 5 sudah gerimis. Tanpa jubah anti hujan saya melaju sepeda ke kota. Kehujanan. Sendirian.

Lewat Erasmus huis, saya mikir “ah, yg saya butuhkan adl film yang membuat ketawa, lurus saja”. Masih kehujanan. Kemudian mampir setiabudi untuk mengisi lambung yang mulai mengais-ais.

Sultan berkata, “filmnya based on best selling novel loh man”. Dg sotoy saya merespon, “oh”. Padahal saya masih nol.

Oh ya, seperti biasa dan sudah terbiasa, nggak janjian, saya bertemu dg para “banci festival” lainnya. Sore ini kebetulan (nggak janjian loh) ada Sultan, Saad, Litani, dan Damar.

Tanpa ekspektasi apapun saya mulai menonton. Di awal film, sudah didesain film ini penuh dg unsur “ngehe'”. Seperti kucing bernama Molotov (bom). Dan seterusnya. Ngehe’.

Dari keseluruhan film yang membuat saya tertawa dan berumpat, call back di endingnya sungguh membuat saya berkaca-kaca, Allan berkata dua kali: “ibu saya berteriak saat saya lahir di dunia, saya tidak ingat bagaimana dia berteriak, tapi saat itu saya berteriak (menangis) juga”.

90/100 – with Ahmad and Litani

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on May 4, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: