Watching Whiplash

Awalnya cmn nonton Grand Budapest Hotel sebagai film pertama oscar contender yg aku tonton. Kemudian terkagum-kagum dengan Boyhood-nya Linklater. Lalu nonton Imitation Game 2 bulan yg lalu di Jiffest, saya pikir film Alan Turing ini terlalu eforia kalo disaingkan dg film-film oscar contenders lainnya.

2 malam lalu, saya nonton Foxcatcher. Sebelum nonton sy punya perasaan yg optimis film ini bakal menang, tapi stl nonton Steve Carel memang pantas dinominasikan best actor in leading role. Tapi overall filmnya…oh okey… Sama juga saat nonton The Theory Of Everything. Seperti dejavu film2 ttg jenius dan disabilitasnya.

Semalam mencoba yang lebih memasyarakat lah, nonton American Sniper-nya Clint Eastwood. Saya ga pernah melewatkan film2nya, apalagi serasa nonton “sambungan” oscar contender sebelumnya, Hurtlocker dan 0Dark30.

Whiplash adalah underdog buat saya. Saya nggak tau hingar bingar film ini.

Perasaan ini sangat mirip saat nonton Moneyball. Dia kalah dg The Artist, namun menjadi favorit buat aku.

Oke, siapapun yg menang, Whiplash is the most astonishing oscar contender (I.M.O).

((Review akan tertulis terpisah.))

Whiplash, cinematicorgasm rate 98/100.

Watching Whiplash

View on Path

Advertisements

~ by imankurniadi on January 26, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: