Pingitan (2013 oleh Orizon Astonia)

Ngeri.
Disuatu malam gelap, sunyi, seorang wanita berjilbab datang dengan sepedanya. Suara karat pedal berbunyi ngik ngik ngik, dan dia turun dari sepeda. Lalu seorang pria menghampirinya, memulai prmbicaraan dengan dia, dengan kombinasi kata dan kalimat yang mengerikan.

Datar.
Film pendek terdatar, dialog yang datar, dan emosi yang juga demikan. 80% lebih inti dari film ini adalah topik yang dibicarakan oleh kedua pria-wanita itu. Mereka membicarakan cinta sekaligus libido yang turu menyertai. Dengan emosi yang tidak wajar. Datar.

Open mind.
Mungkin rasanya aneh, geli, uncomfortable, atau malah mengerikan, sebagai manifestasi emosi ketika benar-benar fokus dengan apa yang dipertontonkan Pingitan. Dialog mereka. Mood anda, ekspektasi anda Anak usia mahasiswa yang masih belum lepas dari bangku kuliah IKJ. oh saya akan nonton film yg menghibur saya” akan dicabik-cabik saat menonton Pingitan. Bukan tipikal film yg sangat memberikan kesan hiburan, alih-alih memerikan inspirasi. Sebuah naskah dan script dialog yang disajikan di film Pingitan memerlukan keterbukaan pikiran oleh para penontonnya.

image

Ngeri, datar, dan openmind. 2 kata sifat dan 1 kata kerja utk menggambarkan secara pendek sebuah film pendek karya Orizon Astonia. Anak usia mahasiswa yang masih belum lepas dari bangku kuliah IKJ. “Pingitan” diputar di JAFF Jogja hr jumat sore lalu. Masuk ke dalam kategori kompilasi light of asia 2. Bersanding dengan beberapa film pendek lainnya dari dalam dan luar negri. Tematik serasa surreal, dan film-film seperti ini bagi saya mutlak membutuhkan keterbukan pikiran saat menonton film dan saat mengikuti diskusi seusai film-film diputar. Katanya Pingitan berangkat daru sebuah pengalaman pribadi sutradara sebagai lulusan pesantren. Entah apakah Pingitan dijadikan sebagai statement pemberontakan atau sebagai sikap impulsive pengalaman pribadi, atau mungkin sebagai kritik sosial terhadap gaya hidup anak muda jaman sekarang.

Dialog-dialog panjang tentang nafsu tanpa libido diutarakan saling bersahutan, sekali take tanpa putus. Saya pikir menjadi kelebihan dari film ini. Ngeri, saya sangat mengapresiasi impresi kerengian film ini setekah usai menontonnya. Namun, tidak enak rasanya mengkritik soal teknis. Karena setting di pagi buta, saya pikir lighting dan sound perlu diperbaiki. Jika misalnya, saya hanya mendengar suara pedal karat dan dialog mereka saja (kalo kata mas sultan masih ada suara grusak grusuk), saya yakin kengerian film ini akan berkali lipat meningkat.

Terimakasih kepada Jaff Jogja ke delapan yang menayangkan film ini hari jumat tgl 6 Desember 2013.

Advertisements

~ by imankurniadi on December 8, 2013.

One Response to “Pingitan (2013 oleh Orizon Astonia)”

  1. […] Yaitu: Rocket Rain [review] oleh Anggun Priambodo, Something In The Way oleh Teddy Soe, Pingitan [review] oleh Orizon Astonia, Gazebo [review] oleh Senoaji Julius, Lembar Jawaban Kita.  Lah da lah di […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: