Mother And Child (2009)

A person inside another person – science fiction. She doesn’t know a thing“. (Violet – Mother And Child)

Director: Rodrigol García | Writer: Rodrigo García | Stars: Naomi Watts, Annette Bening and Kerry Washington, Samuel L. Jackson

Sayangnya saya telat menonton film ini, krn film ini sangat fit utk ditonton di bulan desember saat hari ibu. Film ini menceritakan tentang seorang ibi dan anak, sesuai judulnya, mother and child. Dikisahkan seorang gadis bernama Karen karena kematangan emosional yang belum siap, dia melakukan hubungan seksual dan hamil pada usia 14 tahun. Dia memutuskan untuk mengapdopsikan anaknya, bernama Elisabeth, kepada ornag lain. Elisabeth tumbuh menjadi wanita cantik dan selama 37 tahun, Karen sang ibu dan Elisabeth sang anak tidak pernah bertemu sama sekali. Hidup dipenuhi dengan rasa penyesalan, membuat Karen menjadi wanita yang dingin dan snagat rumit, bahkan terlalu sulit untuk seorang pria yang akan masuk ke kehidupannya secara intim. Begitu pula dengan Elisabeth yang tahu bahwa dia anak adopsi, dan ayah angkatnya sudah meninggal. Elisabeth mulai meninggalkan rumah pada usia 17 tahun, dan terus hidup sendiri. Dia menjadi wanita yang sangat tangguh, mandiri secara finansial, dan sedikit angkuh. Tidak pernah mengenal selama 37 tahun ibu kandungnya sendiri, membuat Karen menjadi wanita yang snagat independen, dan tidak ada keinginan sma aseklai ntuk menikah. Cerita flm inti becabang menjadi dua, satu cerita mengenia Karen dan Elisabeth, satu cerita lagi tentang pasangan kulit hitam, dan mereka telah menikah selama 4 tahun dan tidak memiliki anak. Si istri, bernama Lucy, ingin sekali memiliki anak dan mereka memutuskan untuk mengadopsi. Di siis lain, terdapat hubungan rumit antara Karen dan ibunya, antara Elizabeth dan atasnanya, antara Lucy dan Joeseph. Akan tetapi, sebuah takdir mempertemukan antara Karen, Elizabeth, dan Lucy, oleh gadis cilik bernama Ella.

Film yang berdurasi 125 menit ini, cukup terasa lama sekali untuk ditonton. Alurnya lambat, bahkan memiliki time laps bertahun-tahun. Disajikan dnegan hubungan antara person dengan bumbu emosional yang sangat kental, sehingga membuat film ini terkesan dengan genre depth-drama. Percakapannya tidak terlau menonjol, tetapi kerumitan dan konflik yang disajikan cukup menarik. Saya mengacungi jempol Naomi Watts yang memerankan Elizabeth, aktingnya sebagai ‘wanita perkasa’ sangat mentimidasi. Walaupun Samuel L Jackson (dalam film ini memerankan Paul atasan Elizabeth) hanya pemjadi aktor pendukung pria, akan tetapi perannya sebagai CEO, no comment. Film ini bisa dibilang adult, karena ada beberapa adegan seks yang sy rasa cukup konvensional.

Saya rasa, film ini memang memberikan sindiran pada kejidupan masyarakat AS, dimana seks dan pernihakan bukan merupakan sebuah hal yang dianggap sakral kembali. Setidaknya tidak seperti kita yang masih hidup di Indonesia. Seks bebas, pernikahan, dan penceraian sepertinay menjadi hal yang lumrah dan wajar, menurut film ini. Namun, hal yang bertolak belakang tersebut juga diwarnai bahwa salah merupakan hal yang sangat membahagiakan, untuk memiliki sebuah hubungan yang indah dengan ayah, ibu, saudara, anak, cucu, dan keluarga kita.

Family does matter

Cinematicorgasm rate : 72/100

Advertisements

~ by imankurniadi on January 19, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: