mengalaminya langsung lebih bermakna, daripada melihat foto dan tweet tentangnya



14-16 Oktober adalah psycho camp ke 9 yang pernah ku ikuti selama 9 tahun berturut-turut mulai tahun 2003. Apalah arti psycho camp bagi saya? Psycho camp tidak selalu menjadi ritual khusus, tidak selalu sebuah ceremonial resmi, tidak slelau menjadi sebuah acara yg mengakomodir banyak pihak yg heterogen (misal lintas agkatan), tidak selalu pula sebuah ospek/kaderisasi untuk mahasiswa baru, khususnya mahasiswa baru Psikologi Unair setiap tahun.


Apalah arti psycho camp untuk saya? psycho camp tidak selalu acara reuni, tidak selalu sesi untuk berpetualang atau mendekatkan diri dengan alam, tidak selalu pula acara khusus untuk melakukan perenungan untuk menjadi pribadi lebih baik.


Apalah arti psycho camp bagi saya? tidak selalu ajang untuk pdkt dg junior, atau sesi “cuci mata” untuk melihat junior dan panitia yang semakin “segar dipandang” di alam bebas, tidak selalu ajang untuk melepas kepenatan atas pekerjaan di kota besar, tidak selalu manjadi opportunity utk mewujudkan “i want to go to find my love in psychology”, tidak selalu pula ajang untuk bersenang-senang dg para sahabat.



Apalah arti psycho camp bagi saya? tidak selalu menjadi ajang untuk aktualisasi diri, tidak selalu menjadi ajang melatih trust yg bergejolak dengan teman, tidak selalu adalah sarana untuk memimpin, mengambil keputusan, brainstorming thd banyak ide, dan pula tidak selalu melatih pribadi menjadi lebih dewasa, bijak, dan berpikiran terbuka.

Mungkin hal-hal diatas “telah”, “terus”, dan “ingin” dialami oleh orang-orang yg terlibat dalam Psyho Camp setiap tahun.


Mungkin beberapa atau semua tidak terjadi di dalam diri saya, tetapi saya telah ikut selama 9 tahun berturut-turut, dan tetap ingin pada tahun-tahun berikutnya (amin)

Psycho camp tahun ini, saya berani bilang sangat berbeda (dalam makna yg lebih positif), bukan karena saya dan Retha ’08 mendapat tumpangan gratis truk (thanks Anta…), bukan karena kita para turis mendapatkan makanan sisa dr konsumsi (thanks latasya duta konsumsi bagi turis πŸ™‚ ), bukan karena kita sebagai turis juga dilibatkan (thanks rigi yg melibatkan di acara malam-malam itu, dan thanks laras udah menawarkan kami untuk mengisis acara di sesi api unggun), dan bukan karena sepanjang 3 hari tidak ada hujan sedikitpun.

Psychocamp tahun ini berbeda, karena apa yang saya rasakan sebagai pihak yang tidak terlibat langsung, memang mengalami pengalaman yang berbeda, apalagi jika saya terlibat secara langusng menjadi bagian dari mereka yang saling berkonflik dengan baik sehingga terjadi reaksi kimia yang menciptakan unsur kimiawi baru.

Psycho camp berbeda bukan karena “output” pengalaman yang dirasakan oleh orang-orang yang terlibat secara langsung, tetapi juga bagaimana “kesan” yang diraskaan oleh orang-orang yg tidak terlibat, dan pula yang baru pertama kali mengukuti acara ini (seperti afif temen SMPku).

Tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi …



Menjadi sebuah pemikiran yang tak kunjung selesai, “bilamana psycho camp dikatakan sukses?” berikut jawabannya : (berhubungan dg sebuah pernyataan “sesungguhnya peserta PC itu sendiri adalah panitia, bukan maba)










Para kalian yang me-Tweet kata-kata diatas, apakah bisa mendefinisikan dengan jelas parameter psycho camp dikatakan sukses? saya tidak bisa, tetapi kesannya ada kan…

Dan juga banyak hal-hal baru …



bahkan ada yang berkata seperti ini:

bahkan ada yang memberikan tantangan agar psycho camp kemaren bukan akhir

Ada juga teman saya yg sudah mengikuti psycho camp 7 tahun berturut-turut merasa menyayangkan th ini tidak bisa mengikutinya. Mungkin karena dia dulu MC api unggun di psycho camp 2005 :

Bagi saya, momen yang tak terlupakan adalah:

tidak hanya melambangkan kebersamaan dan kekeluargaan, tentunya lebih dari itu…

alhamdulillah saya bisa kembali mengikuti PC th 2011, karena mengalaminya langsung lebih bermakna, daripada melihat foto dan tweet tentangnya

(penulis memohon maaf jika ada tulisan atau perkataan yg tidak berkenan. have an awesome day)

~ by imankurniadi on October 17, 2011.

13 Responses to “mengalaminya langsung lebih bermakna, daripada melihat foto dan tweet tentangnya”

  1. Psycho Camp memang selalu punya cerita tersendiri tiap tahunnya, alhamdulillah kalo ada apresiasi kaya gini, puas rasanya udah ikut andil di kepanitiaan tahun ini..

    • kata pramodya, seorang terpelajar harus adil sejak dlm pikiran. Saya tidak hanya mem-tweet apresiasinya saja kok, tapi juga kritikan… silahkan di cari di TL saya. Salah satunya, kesalahan yang terus terjadi dan menjadi lingkaran setan adalah perekurtan, seleksi, dan pelatihan bagi para fastor. Mutlak harus dibenahi, tahun ini malah saya nilai makin degadrasi, th kemaren sudah degadrasi. Th ini, komposisi angkatan 2010 mjd fastor hampir 80 %, gila, mahasiswa yg masih hijau mengenai dunia SD-PC dan dunia fasilitator tiba2 harusmenjadi sosok yang terpenting sebagai ujung tombak delivery materi…. idelanya, fastor sudah pernah menjadi panitia SDPC, artinya tahun depan adl th yang cocok jika kamu menjadi fastor. saya tunggu. hehehehehehe

      • iya mas, kritiknya juga dibaca kok, kritik kan salah satu bentuk apresiasi juga, setidaknya pembelajaran buat kepanitian selanjutnya πŸ˜€
        soal fastor saya setuju mas, masalahnya tahun lalu saya ngerasain jadi fastor dan merasa benar-benar nggak maksimal. tahun depan saya memang berniat jadi fastor (lagi) kalau ada kesempatan..

      • setuju mas. sampe sekarang belum ada komposisi kebijakan yang presisi mengenai fastor. ketika fastornya senior2 kaya di 2009, malah terjadi petaka baru mas. kalo kritik saya jatuh kpd konseptor.
        pertama, konsep SC-OC atau konseptor yg melebur dalam struktur panitia ga dipahami oleh panitia tahun ini. oleh karena itu sistem kerja konseptor ga karuan, banyak rapat2 mereka yg ga efektif dan efeknya keterlambatan penyusunan modul.
        seharunya, konseptor itu rekrutmen diawal, sebelum panitia OC terbentuk, dan diawasi betul2 oleh BEM supaya dapet SDM yg terbaik. mungkin kembali ke sistem SC-OC bisa membuat kerja ‘tukang konsep’ akan lebih efektif dan efisien secara waktu.

      • komentar-komentar saya yg saya tunjukkan kepada fastor berdasarkan interaksi yg terjadi, sesekali berbicara dg mereka, memperhatikan bagaimana mereka bertanya, apa yg mereka utarakan, begitu juga saat saya memberhatikan mereka memainkan rolenya di acara SDPC. Kebetulan saya diminta bantuan oleh rekan-rekan acara SD (bersama ella) untuk melakukan supervisi Trust Fall, tentunya memperhatikan secara langsung bagaimana rekan-rekan fastor membawakan materi itu.
        Jika, interaksi yg sama terjadi pula dengan bagian lain, sebut saya konseptor, saya pun pasti bisa memberikan komentar-komentar
        yg sama.
        Padahal “lampu hijau” sudah saya berikan kepada departemen (mungkin) PSDM dimana saya ‘menawarkan’ bantuan secara langsung agar dapat membina para fastor SDPC dengan periode yg longitudinal, tidak instant. Sayangnya “Lampu Hijau” ini telah saya berikan selama 2 th berturut-turut (2010 & 2011). Karena itu saat evaluasi SD-PC 2010 saya berkata “kita sudah berusaha menjemput bola, sayangnya bolanya terbuat dari beton”.

  2. Hehe kalo dibandingkan dengan saat saya menjadi peserta dulu, entah kenapa di PC yang ini rasanya sangat berbeda. Dari PC tahun 2009, yang saya dapat adalah teman-teman baru, rasa diterima, dan semangat untuk melanjutkan hidup di tempat yang baru. Waktu yang ada di pikiran saya, “wah ternyata disini gak buruk kok. Malahan tempat ini…mantap keren banget”

    PC tahun 2011 itu seakan jadi pembuktian janji kekompakan yang selalu diucapkan saat saya dan teman-teman seangkatan saya ucapkan sepanjang ospek. Kami berhasil, saya rasa. Kalau tidak merasa memiliki, mungkin tweet kesan yang diposting oleh panitia tidak akan sebanyak itu hehehe. Walaupun ini hanya penilaian subyektif saya, tapi sungguh saya merasa janggal saat melihat teman-teman yang lain bekerja mengurus acara sementara saya cuma bisa duduk, diam, melihat semuanya berlangsung dari jauh. Tapi yah mungkin jatah peran saya di SD-PC kemarin memang cuma segitu, jadi saya tetap bersyukur karena masih punya kesempatan untuk hadir di sekitar teman-teman saya.

    Terima kasih semuanya πŸ™‚ kalo bukan karena betah disini, pasti saya sudah pindah tempat kuliah entah dimana sekarang.

    • setiap mahasiswa psikologi punya wadahnya sendiri menyalurkan hasratnya untuk semakin berkembang, tidak sellau wadah tsb adl SDPC. Tidak selalu pula SDPC satu-satunya untuk mengakrabkan antara angkatan, Suskses untuk penelitiannya vis πŸ˜‰

  3. Inilah kenapa saya bangga dengan teman kecil saya (baca: Iman),,
    Sungguh tulisan dan rangkuman yang mungkin hanya sekilas dibandingkan dengan apa yang saya lihat selama 2 hari kmaren (itupun saya yakin juga masih sangat sedikit), namun begitu mewakili perasaan semua yang terlibat..
    Secara pribadi saya terkejut, seneng, merasa menemukan perbedaan yang sangat-sangat menakjubkan yang ada pada kalian semua Psikologi Airlangga. Bagian terpenting dan paling berkesan adalah bagaimana kalian tidak hanya berperan sebagai individu-individu yang memiliki potensi, tapi bagaimana potensi yang kalian miliki itu berpadu dalam sebuah satu gerakan besar yang luar biasa..
    Dan sekali lagi, Saya bangga menjadi warga Psikologi Airlangga πŸ™‚

    Sukses selalu buat kita semua.. Amiin

    ps: good job Iman (y)

    • kuliah tidak hanya sebuah media untuk aktualisasi diri, berprestasi dan berkarya. banyak juga para ‘alumni SD-PC’ yang sukses di luar sana. Mereka setiap tahun mengikuti SDPC dan terlibat langsung dg dinamikanya. Untungnya adalah, salah satu kegiatan mahasiswa Psiko Unair tiap tahun yang sangat memiliki peran pengembangan diri ini sangat mendapat dukungan dari fakultas. Ntar suatu saat nanti kamu jadi dekan psiko Unair, tetap dukung jalannya acra ini ya… hehehehe sampai ketemu di PC tahun depan fif……

  4. terima kasih buat kakak – kakak panitia, volunteers, dan turis jugaa ,
    semua ini berkat kalian semuaa, PC menjadi “meaningful” sekali !
    kakak” panitia memang hebaaat dn terbaik πŸ™‚
    saya atas nama maba 2011 ucapin banyak – banyak terima kasih karena sudah membuat PC ini selaras dengan yel – yel , benar – benar meaningful kakak πŸ™‚ banyak esensi yang saya dapat di setiap tracking dan materi serta games” πŸ™‚ dan selain itu, kami sadar bagaimana pengorbanan kakak” panitia untuk menyukseskan acara ini .
    buat konseptor, jempol deh ! applause πŸ™‚
    semoga angkatan 2011 bisa jadi angkatan yang lebih baik, dan akan menyusul seperti kakak” semua .
    thanks a lot kakaaaaak ! πŸ˜€

    Psychology !!!
    Psycho Essentia ! Be Meaningful !
    P – S – Y yes !
    C – H – O yes !
    Psycho Psycho Yes Yes !
    Go Go Psychology Go !

    #maba2011

    • banyak yang bilang, gak cukup pengalaman merasakan SD-PC jika hanya sebatas menjadi peserta. kamu coba deh th depan mjd panitia, dan rasakan dinamikanya. Malah, konflik selama mengerjakan acara ini dirasa sangat perlu, karena me-manage konflik melatih sikap kedewasaan sekaligus meningkatkan peforma kelompok (group dynamics). So….. saya tantang kamu dan teman-temanmu menjadi panitia yang lebih baik daripada panitia SDPC 2011, dan SDPC tahun-tahun sebelumnya…

  5. ini yg paling saya suka dari SDPC, setelah acara usai, perbincangannya tetap selalu ada paling ga sampe setaun ke depan. menurut saya sih, ini indikasi bahwa acara ini cukup sakral buat penunggu gedung hijau (walaupun sekarang kita harus eksodus ke pasca, hehehe).

    SDPC tahun ini berbeda rasanya buat saya. tahun 2007, saya sebagai peserta, objekannya panitia. 2008 saya absen gara2 BLM (dan masih saya sesali sampai saat ini), 2009 sebagai ‘orang dalam’ penyusunan konsep SDPC (yg sering saya ceritakan kpd orang2 sebagai momen epifani yang luar biasa untuk hidup saya, karena di thn inilah saya pertamakali dan terakhir kalinya jadi panitia), 2010 sebagai komdis, dan di tahun ini sebagai pendamping. peran2 yang berloncatan setiap tahunnya ini cukup menarik buat saya. tahun ini, ketika tugas saya hanya melihat, mengawasi, dan ngerepoti panitia (hehehe) membuat saya agak sulit menahan diri untuk tidak ikut terlibat secara langsung, karena saya masih ingin, dan masih sanggup untuk jadi bagian dari panitia. namun ketika saya sadar, saat ini bukan lagi saatnya saya terlibat, ada perasaan nelongso yang….. aaah susah dijelaskan dgn kata2..

    sampai di batas kesanggupan saya (sebelum terjerat dgn kewajiban yg lain), saya ingin selalu terlibat di PC tahun2 selanjutnya. karena setiap PC itu memorable, tentunya saya ga ingin melewatkan momen ini. sampai jumpa di PC-PC selanjutnya! πŸ˜€

    • Karena itu, Rizqy Amelia Zein, diatas saya berkata mengenai “level baru” dan “model baru”. maksudnya, mungkin semuanya sudah berubah, kriteria “ideal” menurut saya yang mengikuti PC pertama kali 9 tahun yang lalu, mungkin kriteria itu sudah berubah….
      Sering berkata kepada diri saya sendiri “kamu itu siapa Man? dosen aja bukan, panitia bukan, mahasiswa juga bukan”. Intinya saya tidak ingin ikut campur lebih banyak, biarkan mereka panitia yang merasakan dinamikanya sendiri. Bahkan, jangan sampai kehadiran senior yang lebih berpengalaman merusak dinamika yang terjadi…. dinamikanya tidak original.. maka kesalahan yang mereka lakukan juga tidak original… hehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: