Scott Pilgrim vs my blog

Kalian yang menyukai film bertipe ‘based on graphic novel’, pasti tau film ini: Scott Pilgrim Vs The World

Scott Pilgrim vs the World 

Scott Pilgrim Vs The World (SPTW), saya membutuhkan dua kali menonton untuk benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan film ini. Dan setelah menonton film ini, memang benar-benar film yang sangat memberikan suasana “lebay” seperti kata pendapat teman saya pe-retail DVD. Bahkan “lebay” di film ini memang digambarkan dengan sangat jujur, pure, murni, ikhlas, dan….. berlebihan. Padahal saya berasal dari generasi yang lahir sebelum kata lebay ditemukan, tetapi setelah melihat film ini, ya, saya semakin mengerti kosa kata itu. Itulah menariknya film ini. Seingat long term dan short term memory saya, saya belum pernah melihat film sejenis. Sehingga, saya berani memberikan jempol 5 untuk film ini. 4 jempol dari yang melekat di tubuh saya, dan satu jempol lagi ini dari kalian para pembaca. Kalau memang anda sudah melihat dilm ini, dan memberikan 4 jempol anda, berarti anda “moron”, mengapa? ikuti terus review berikut…..

ONE. Scott Pilgrims vs The World (the movie)

Disutradari oleh Edgar Wright, yang juga merupakan sutradara Hot Fuzz dan Shaun Of The Dead (sebuah film bergenre romantic comedy with a zombie yg keren banget, [baca ini untuk Z for Zombie] ). Edgar Wright memang jagonya membuat film yang mengandalkan komedi situasi. Bukan komedi karena percakapan, atau tingkah laku. tetapi komedi situasi. Seperti film Shaun of The Dead, tidak ada adegan yang disengaja untuk terlihat lucu dimata penonton. Tetapi dg kejeniusan sang sutradara, dia dapat menciptakan sebuah situasi yang membawa kita untuk tertawa. Sama juga dlm film SPTW ini. Edgar Wright at the best shot! I’m astonished!!

Pemeran Scott Pilgrim sendiri diperankan oleh Michael Cera yang juga bermain di film nominasi Oscar Juno, Youth and Revolutions, Superbad, dan film ttg musik Nick and Norah’s Infinite Playlist. Dia memang jagonya berakting sebagai cowok lugu, atau berakting sebagai cowok yang mengalami keterlambatan pertumbuhan mental.

Di [Internet Movie Data Base] film ini mendapatkan nilai 7.8 termasuk nilai yang cukup tinggi, dan patut disejajarkan dengan film-film besar. Bahkan, top 250 movie sepanjang masa saja nilai yg paling rendah dalah 8.0. Saya sangat setuju dengan Tagline film ini (baca poster diatas) “An Epic of Epic Epicness”. Epic bisa diartikan sesuatu yang sangat luar biasa, seperti sebuah kepahlawanan. SPTW pun merupakan (sudah saya katakan sebelumnya) film yang snaat berlebihan, saking berlebihannya, butuh tingkat IQ tertentu agar dapat memahami apa yang dikatakan dan apa yang dimaksudkan dan apa yang disajikan dan adegan apa yang ditayangkan oleh film ini.

Dan tingkat IQ itu saya tetapkan berkisar diantara 50-60 alias “moron” alias kebangeten gobloke

Jadi, ndak usah jadi penonton yang pintar-pintar amat, ndak usah jadi penonton yang sok kritis, ndak usah jadi penonton yang sok tahu. Kamu masuk bioskop (belum ditayangkan di bioskop di Indonesia) belilah orang juice di tangan kirimu, pop corn kotak di tangan kananmu, cari tempat duduk, duduklah, posisikan posisi duduk yang paling nyaman, lalu makanlah popcorn itu seperti orang idiot, sesekali simasukkan ke hidung….

jadi kalau IQmu diatas 120, mending kamu mendaftarkan jadi mahasiswa S2 saja. Tapi jangan kayak saya, nggak lulus-lulus, seharusnya bikin tulisan latar belakang penelitian, landasan teori, metodologi thesis, dll, malah bikin tulisan ini. Smile with tongue out

Dari awal film ini dimulai, pun!! membuat saya misuh-misuh. Yaitu opening logo Universal Studio dengan grafis dan suara 8-bit, menggambarkan kita akan memulai bermain Nitendo. Naratornya juga ok poenya !!, tetapi text yang muncul kadang-kadang yang membuat film ini menjadi semakin lebay ciamik soro. Misalnya, saat Pilgrim buang air kecil di kamar mandi, ada detektor kebeletnya.

Melihat film ini dari awal sampai akhir, bebrapa reaksi saya perlihatkan: cemberit, senyum, ngakak, tahan napas, dsb. menontin bersama teman saya, mereka memperlihatkan reaksi: “jancuk, film opo iki cuk” (sambil senyum dan ketawa). ya, saya anggap itu apresiasi thd film ini.

TWO. Bryan Lee O’Malley

Saya tahu bahwa Scott Pilgrim adalah sebuah karakter komik, atau graphic-novel yang dibuat oleh Bryan Lee O’Malley, ya, seperti film layar lebar SPTW menceritakan ttg suasana kota Toronto-Canada yg bersalju. O’Malley juga lahir dan tinggal disana.

Bryan Lee O’Malley was born in London, Ontario, Canada. He has lived in the north. He has lived in Toronto. He has lived in Nova Scotia. Now he lives in the United States. He has drawn comics for himself and others since an early age. Comics became his lifelong vocation when he realized they were the only thing he kept doing while constantly quitting everything else (college, jobs, friends, being a nerd, not being a nerd, etc). [sumber]

cfcover

 

THREE. Scott Pilgrims The Series

Scott Pilgrim is a graphic novel series by Bryan Lee O’Malley. It consists of six digest size black-and-white volumes, released between August 2004 and July 2010, by Portland-based independent comic book publisher Oni Press. The series is about 23-year-old Canadian Scott Pilgrim, a slacker and part-time musician who lives in Toronto and plays bass guitar in the band Sex Bob-omb. He falls in love with American delivery girl Ramona Flowers, but must defeat her seven evil exes in order to date her.

Creator Bryan Lee O’Malley was inspired to create the series and eponymous character of Scott Pilgrim after listening to Canadian bandPlumtree’s 1998 single "Scott Pilgrim", a song then-Plumtree singer Carla Gillis describes as "positive, but…also bitter sweet."In particular, O’Malley was inspired by the lyric, "I’ve liked you for a thousand years,".

To illustrate his reasoning for eventually ending the Scott Pilgrim series, O’Malley used a quote from famed Belgian comics writer andartist Hergé, creator, writer, and illustrator of the well-regarded The Adventures of Tintin comic book series, from 1929 until his death in 1983. Hergé told his wife "And right now, my work makes me sick. Tintin is no longer me. And I must make a terrible effort to invent (him)… If Tintin continues to live, it is through a sort of artificial respiration that I must constantly keep up and which is exhausting me." O’Malley said "If I was still doing Scott Pilgrim in ten years, I would be dead inside.

002-003

Ya, untuk menulis review ini, saya harus memaksimalkan fungsi Download Manager saya untuk mengunduh smeua seri dari Scott Pilgrim. syangnya, untuk yang ke 6 belum terdownload dg sukses. Saya baca-baca-baca secara sekilas, wow, komik ini keren banget. Banyak jenis komik dengan genre dan keunikannya. Misalnya bertemakan teenagers, fantasy, fighting, adventure, sports, comedy, dll. Saya sendiri sangat banyak mengoleksi komik-komik jepang, atau disebut sebagai Takubon. Ada pula komik terbitan jepang, akan tetapi komikusnya adl orang jepang yang besar di luar negri, seperi Beck Mongolian Chop Squad karangan Harold Sakuishi. Ada pula komik eropa yang goresannya seperti Smurf. Nah, komik yang dibuat oleh O’Maley ini bergenre: teen-music-game-awesomeness.

Serial Scott Pilgrim berjumlah 6, diantaranya: vol 1: Scott Pilgrim’s Precious Little Life | vol 2: Scott Pilgrim vs The World | vol 3: Scott Pilgrim And The Infinite Sadness | vol 4: Scott Pilgrims Gets It Together | vol 5: Scott Pilgrims vs The Universe | vol 6: Scott Pilgrim’s Finest Hour.

FOUR. The Series vs The Movie

Keenam serial diatas terbit mulai tahun 2004 hingga tahun 2010. Setelah saya baca-baca-baca sekilas-sekilas, film layar lebar memang menceritakan keenam serial ini, menceritakan bagaimana Scott Pilgrim mengalahkan ketujuh pacar Ramona, agar bisa mendapatkan Ramona menjadi pacarnya.

Ada hal yang menarik yang akan saya tulis disini: ada beberapa komik yang benar-benar sangat mirip dengan komiknya. Yang saya maksudkan, mulai dari text pada komik yg sangat sama dikatakan para pemain di filmnya, situasi di film dg situasi di komik, bahkan hingga ekspresi wajah yang sama antara film layar lebar dan komik yang juga mirip. Contoh:

image

image

image

image

Menjadi tantangan tersendiri bagi edgar Wright untuk membuat versi layar lebar 6 volume komik ini, tanpa harus mengubah cerita aslinya. saya sendiri belum tuntas membaca komik aslinya, tetapi untuk membuat 6 volume menjadi durasi 112 menit pasti banyak yang ramu kembali, ada yang dihilangkan, dan ada pula yang ditambahkan, untuk membuat durasi 112 menit film yang masterpiece. Saya bernai bertaruh, sebelum mebuat film ini Edgar Wright pasti harus membaca komik ini secara berulang-ulang, untuk memenuhkan stock imajinasi cinematographics yang akan dia “jelentrehkan” nanti.

Ada beberapa film yang diangkat dari karakter komik datau novel grafis. Tetapi tidak semuanya sukses. Beberapa sukses, misalnya, Dark City, History of Violence, Sin City, Watchman, Darks Knight , Hulk (by Ang Lee) dan film ini Scott Pilgrim Vs The World. Ada pula yang agak bego pembuatan filmnya, sehingga kita berharap tetaplah menjadi komik, agar tidak terlihat lebih menyedihkan.

 

FIVE. The Awesome-less-ness

Pokoknya film ini pasti sangat awesome (untuk beberpaa orang tertentu) dan tidak awesome sama sekali (untuk beberapa orang tertentu pula). Tetapi yang saya patut berikan 5 kancut adalah imajinasi Bryan Lee O’Malley membuat karakter+cerita yang membuat orgasms pembacanya, dan Edgar Wright yang berhasil dengan sangat sukses mengawinkan dua jenis speciaes yang bertul-betul berbeda: KOMIK dan FILM. Dan kalian berdua layak untuk mendapatkan anugerah penghargaan Nobel, by Iman it self. Smile with tongue out 

So, jadi paragraf awal yang saya tulis adalah kesalahan besar. Saya seharusnya tidak berkata bahwa film ini luarbiasa lebay. Seperti halnya O’Maley, Edgar Wright adalah tipe sutradara yang totalitas dalam membuat film. O’Maley pun demikian, dari kecil dia sudah menggambar komik. 

So, main words that  I want to tell U all is: always chase your desire. And one of my desire is to make my blog as famous as Scott Pilgrim. Scott Pilgrim vs My Blog 

have an awesome day guys

Advertisements

~ by imankurniadi on February 9, 2011.

4 Responses to “Scott Pilgrim vs my blog”

  1. 1..2..3 Sex bob omb!

  2. One Two Three Four We are Sex-Bob-Omb!!! Kami pernah nulis tapi waktu filmnya belum keluar. Filmnya “wwwaaaauuuw”. Terutama bass Rickenbacker merah yg dipake Cera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: