The Sculpture Statues and 12 stops

In south asia, esp. in east java there was developing king god’s concept which the king was reincarnation of god. Because the current was Saiwa (god Siwa veneration), so the sculpture was like god Siwa by wearing a grander dress and a king crown. Two hand are in front of the chest (Anjali Mudra), and two other hands are at the back bringing a rosary (aksamala) and kebutan (camara). The characteristic of this statue is the illustration of Majapahit sun motif at the back (Stella). (sumber: musium pusat kerajaan majapahit)

Day 1. 6 Juni 2010
Pagi pukul 6 aku sudah bersiap, bensin sudah terisi full, jas hujan disiapkan, walaupun sedikit gerimis, aku mulai perjalanananku ke Mojokerto untuk menjenguk temanku ke rumah sakit dan ke kawasan situs Trowulan.
Pemberhentian pertama, sarapan, si kawasan masjid agung, pecel dg bumbu yang sangat lezat.

Mengendarai sepeda motor kurang lebih selama 1,5 jam, melewati mojokerto dan sudah masuk kawasan Trowulan, dg hati-hati kupacu sepedamotorku dan melihat penunjuk jalan.

Pemberhentian kedua, candi Brahu.

candi bubrah

Pemberhentian ketiga, candi Gentong. Situs ini lebih bisa dibilang sebagai reruntuhan, karena candinya tidak berbentuk sama sekali.

reruntuhan candi gentong

Setelah bertanya-tanya kepada tukang parkir lokal, ternyata saya melewati satu tempat yang menarik ketika menuju kedua candi ini, yaitu Vihara Majapahit. Pemberhentian ketiga adalah Maha Vihara Majapahit, bukan situs peninggalan purbakala, tetapi tempat untuk berdoa para penganut agama budha.

maha vihara majapahit


Di tempat ini terdapat patung “sleeping budha” yang katanya terbesar kedua setelah patung speeping budha yang ada di Thailand.

sleeping budha


Selain patung besar itu, banyak pula patung-patung lainnya, miniature candi borobudur dan ukiran/lukisan timbul yang sangat panjang.

karena saya tidak punya DSLR dengan lensa wide, atau fish eye, saya cukup kebingungan bagaimana cara memotretnya

Sebelum ke pemberhentian kelima, pemberhentian keempat adalah kolam Segaran, konon kolam ini digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting dari luar kerajaan. Setelah acara oenyambutan selesai, perlangkapan acara-acara pesta itu dibuang ke dalam kolam, yang melambangkan bahwa Majapahit adalah kerajaan yang sangat besar dan kaya.

mancing di kolam Segaran

Pemberhentian kelima, saya menuju Pusat Informasi Kerajaan Majapahit, sejenis musium.

patung patung di musium ini

Pemberhentian keenam, saya berencana ke candi Tikus, tetapi kok malah kebablasan ke candi bajang ratu. Disana ssaya bertemu dengan 2 truk siswa-siswa SD menggenakan pakaian Pramuka dan bertemu dengan foreigner.

candi bajang ratu

Kemudian saya kembali ke jalan yang saya lalui tadi ke candi tikus, pemberhentian ke tujuh.

menggunakan nokia xm 5730, warnanya cukup bagus

Pemberhentian kedepalan, aku ke rumah sakit, semoga temanku Lukman lekas sembuh, dan saya dengar hari ini dia sudah keluar dari RS.

Kemudian, saya memutuskan pulang, sudah pukul 12.00 siang itu, tapi dalam perjalanan saya menemukan petunjuk jalan yang menyebutkan “situs upak jabung” dan “pacet”, dan pemberhentian ke sembilan saya memutuskan untuk ke situs itu dulu. Tempatnay sangat mudah dijangkau, tepat di sebelah lahan tanaman bengkoang, krn saya melihat banyak petani bengkoang yang sedang memanen banyak bengkoang.

saya hanya berendti tidak lebih dari 20 detik, tetap berada di atas motor dan memotretnya

Pemberhentian kesepuluh, saya nekat menuju pemandian Air Panas Pacet, dan menuju lokasi ini pengeluaran lebih besar daripada di sutus Trowulan sebelumnya. Pemberhentian kali ini benar-benar di luar rencana, karena saya tidak membawa celana dalam serep dan handuk, untuk saya memakai celana pendek. Tempatnya di hari libur ini sangat ramai, sehingga saya tidak begitu menikmati, setelah berendam 5 menit karena airnya buthek dan di dlaam kolam banyak orang, saya ngentas dan langsung membersihkan diri.
di depan pintu menuju pemandian air panas, mahal,  dan buthek pacet

Pemberhentian kesebelas, makan siang di tengah perjalanan menuju surabaya.

Pemberhentian keduabelas, pukul 15.30, saya melewati jalan tembus dan melewati masjid agung dan sholat ashar. kemusian tertarik utk ke menara masjid agung, dengan membayar 3000 saya naik lift menara masjid agung surabaya.

menara masjid agung, ndak punay lensa wide, hanya ada nokia, bingung deh gimana motretnya


masjud agung diambil dari ketinggian sekian ribu meter diatas permukaan laut

Lalu aku pulang
Duabelas pemberhentian saya lakukan hari itu, naik sepeda motor bersama tas eiger slempang, hp nokia sbg kamera digital, dan holgaku merah putih. Sendirian… tapi ya begitu, memang sengaja kok, pengen tau rasanya seperti apa, bebas….be bas ….

Day 2 and so on: Menjadi robot yang berjiwa

Next trip ?? kaengen tidur di tenda, memasak mie dg nasteng, dan menggunakan kerpus dan sleepingbag, sendirian?

Advertisements

~ by imankurniadi on June 9, 2010.

One Response to “The Sculpture Statues and 12 stops”

  1. […] baru yang belum pernah dilihat. Pemberhentian pertama, Maha Vihara Mojopahit. Silahkan baca [link ini], untuk tambahan referensinya. budha tetap sleeping walaupun kita ngriwi'i, maaf […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: