Cinematic Orgasms : Robin Hood

Sore ini, karena malam ini tidak ada kuliah, kesempatan emas (lho kok) ini saya manfaatkan ke XXI Supermall untuk menonton Robin Hood, film terakhir yang dibuat Ridley Scott. Tetapi maaf kalau anda kecawa, kali ini saya tidak akan menceritakan spoiler-spoiler film ini, ceritanya seperti apa, tentang apa, bagaiman aklimaksnya, ringkasan ceritanya, tetapi saya ingin mencitakan hal yang lain, silahkan lanjutkan membacanya…..

Pertama-tama saya akan bercerita sebatas pengetahuan saya tentang siapakah Robin Hood itu sendiri. Sebenarnya film Robin Hood versi Ridley Scoot ini merupakan cerita ttg si “prince of thieves” sebelum dia terkenal dg nama Robin Hood. Ridley Scoot dg sangat jenius menceritakan kisah itu dalam sebuah film (ya film ini). Maaf jika pengetahuan sejarah saya terbatas, Robin Hood sudah dikenal dengan seorang pemanah ulung dan seorang pencuri yang memliki pasukan dan markas rahasia di tengah hutan. Banyak film dan cerita yang mengkisahkan dia, seperti film Robin Hood tahun 1991 yang diperankan oleh Kevin Costner, Robin Hood : Men in Tights tahun 1993, versi konyolnya (dan saya tidak begitu suka dg film Robin Hood yang ini karena pornonya sama sekali nggak lucu). Robin Hood sendiri dikenal sebagai outlaw yang mencuri dari orang-orang kaya dan membagikan hasil curiannya kepada orang-orang miskin. Cerita rakyat Robin Hood ini berasa dari mulut ke mulut, mungkin seperti cerita Si Pitung pahlawan Betawi, seperti terdapat dalam salah satu syair :

Lytil Jhon and Robyne Hude
Wayth-men ware commendyd gude
In Yngil-wode and Barnysdale
Thai oysyd all this tyme thare trawale

Hear undernead dis laitl stean
Lais Robert Earl of Huntingun
Near arcir der as hie sa geud
An pipl kauld im Robin Heud
Sic utlaws as hi an is men
Vil England nivr si agen.

Obiit 24 Kal Dekembris 1247

Dan banyak versi lainnya yang menceritakan Robin Hood, siapa dia sebenarnya, bagaimana asal mulanya, nama aslinya, saya tahu ini dan contoh syair diatas dari Wikipedia, bisa klik disini.

Maaf kalo saya bersemangat menulis tentang Robin Hood, hal ini dikarenakan, pertama, ternyata yang melatih Lingdan yang mengalahkan Taufik Hidayat adalah pelatih yang sama yang melatih Susy Susanti tapi permohonannya untuk menjadi warga negara Indonesia tidak dikabulkan dan akhirnya dia melatih China, kedua, tau kan mentri yang mundur, dan ketiga, ya karena saya baru saya menonton filmnya, film terbaik yang menceritakan kisah/cerita rakyat tokoh pahlawan ini.

Sebenarnya yang membuat saya sangat terpancing untuk menonton film ini (sendirian di bioskop XXI sepulang kerja) adalah si sutradara Ridley Scott. Saya termasuk pengagum karya-karya Ridley Scott. Setelah saya tahu bahwa Ridley membuat film baru, dan judulnya adalah Robin Hood, di pikiran saya terlintas “karakter dan plot cerita seperti apa Robin Hood versi Ridley Scott??? hmm…sangat penasaran”. Ternyata memang Robin Hood yang baru saya tonton tadi sore memang sangat-Ridley Scott, sangat luar Biasa.

Ridley Scott sendiri merupakan saudara dari sutradara terkenal, Tony Scott. Akan tetapi karakter film-film mereka sangat berbeda. Salah satu perberdaan yang paling terlihat adalah Ridley lebih suka memakai aktor Russell Crowe dalam film mereka, sedangkan Tony lebih suka memakai Danzel Washington. Misalnya, film terbaik yang pernah saya tonton disutradarai oleh Tony Scott adalah Man On Fire, yang diperankan oleh Danzel dan Dakota Fanning. Film-film lainnya adalah : Taking Pelham 123, DeJavu, Domino, Spy Game, Enemy Of The State, Crimson Tide, Top Gun, dan beberapa lainnya yang belum pernah aku tonton.

Saya pribadi cenderung lebih mengacungi jempol film-film yang dibuat oleh Ridley daripda Tony. Karena sebagain filmnya biasanya diambil dari kisah nyata based on true story, atau terinspirasi dari kisah nyata inspired by true story. Sebut saja Gladiator yang memenangkan piala Oscar dalam kategori Best Motion Picture dan Best Director, yang menceritakan kisah kepahlawanan Maximus di Roma. Film lainnya yang sangat aku sukai dan tidak bosan menontonnya beberapa kali adalah Black Hawk Down yang bercerita (kisah nyata) ttg peperangan di Somalia. Salah satu quotes yang aku suka “in somalia, killing is our negotiation”. Kemudian film lain based on true story yang dibintangi Crowe dan disutradarai Ridley adalah American Gangster. Film ini Russell (polisi narkoba) berduet dengan Danzel W (pengedar narkoba), yang mengisahkan kisah nyata pengedaran narkoba di amerika di tahun 80an. Kemudian film-film papan atas yang dibuat Ridley Scott lainnya adalah Body of Lies, Kingdom Of Heaven, A Good Year, Macthstick Men, Hannibal, G.I. Jane, Alien (1979), dan lain-lain. Saat ini pun saya sangat penasaran ndeng film Ridley Scott yang berjudul Thelma and Louise, karena masuk dalam 100 movies you must see before you die versi Yahoo.

So, mungkin itu yang pengen aku ceritakan ttg Robin Hood, karena Ridley Scott memberikan sentuhan-sentuhannya di film ini yang aku mengalami cinematic orgasmssetelah menonton film ini. Satu lagi yang tidak pernah aku lewatkan, saat di dalam bioskop ketika menonton sebuah film, adalah membuka slide Hp dan menulis inspirational quotes saat menonton sebuah film:

“RISE AND RISE AGAIN, UNTIL LAMBS BECOME LION” (taken from Robin Hood-2010)

selamat menonton, because fun and mental is fundamental

Advertisements

~ by imankurniadi on May 19, 2010.

2 Responses to “Cinematic Orgasms : Robin Hood”

  1. mas, u know what tiap aq mw nonton suatu pilm, aq slalu mluncur ke page mu liat resensinya, kl ok baru deh hajar!
    teruskan ya nak! *minta ditimpuk sendal*

    awy, aq ijin ngelink yeeee 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: