The end of two-thousands-and-nine suprises (Chapter 1)

chapter 1 . The Quick Brown Fox Jump Over The Lazy Dog

6 des 09, pagi ini ku terbangun, berharap merasakan hal yang biasanya kurasakan setiap hari minggu ku terbangun. Tetapi sebetulnya aku tidak terbangun, karena memang aku tidak tertidur.
Apakah karena sedikit musibah kecil yang kualami sore hari tgl 5 des, atau karena film the Shawshank Redemption yang aku, adhi, dan bunga tonton di malam sebeumnya. Dan saya pastikan bahwa saya sedang malas membahas tentang film karena film2 saya lenyap bersama resensi-resensinya, sayangnya bersama juga kamera yang bisa membuatku lebih being, lebih dikenali, bahwa aku memang ada. Tanggal 5 Desember 2009, tas kerjaku, berisi HP-Compac, Canon 1000D, kingston 4gb flash disk, tempat pensil, buku kuliah, lenyap….

Sejak akhir tahun 2007 setelah menyandang S.Psi, saya sudah memahai arti sebenarnya dari apa itu kerja keras. Setidaknya saya sudah memunyai bukti yang riil. Diantaranya jam tas carier Eiger 45 lt, jam tangan Casio, kamera Canon 1000D, Hp-Compaq, HP Nokia XPM 5730 (yang kubeli tgl 31 November 2009 setelah gajian) dll. Itu adalah kerja keras. Tetapi pendidikan S1 maupun S2 yang sedag kutempuh ini sama sekali tidak mengajarkan apa itu mengikhlaskan sesuatu yang hilang dari diri kita. Tetapi kerja keras tidak selamanya dinilai dair materi, tetapi aku memiliki pendapat pribadi, hasil dari kerja keras adalah pada saat kamu berada di sebuah kelompok, dan kelompokmu merasa takut dan resah jika mereka akan kehilangan kamu sebagai bagian dari dirinya.

Pagi tanggal 6 Desember, daripada membuang waktu untuk memikirkan yang tidak berguna, kuputuskan untuk pergi ke pasar karah dengan berjalan kaki untuk membeli sarapan dan sedikit sayuran untuk mengisi kulkas, karena jika ku membuka kulkasku the low voltage jumbo freezer, makanan yg mencolok berada disana adalah sekotak wafer tango dan sekotak pocky dan beberapa kotak minuman jus dan susu milo kemasan yang akan kuberikan kepada para tamu juniorku mlm ini (yang akhirnya krn sedikit musibah lagi,acara itu kubatalkan).

Dalam perjalanan pulang, rasanya tubuhku ini serasa kurang sehat begitu pula dengan pikiranku. Lalu ku mencoba dan memaksa diriku agar “mood pagi ini harus sangat positif”, ada benarnya kata sahabat ku frank bahwa happiness adalah kepawaian kita dalam merespon sebuah situasi. Dan dalam konteks ini,sepertinya saya kurang piawai. Jadi kuputuskan untuk melatih kepiawaianku dlm merespon situasi ini.

Kemudian saya mengirim sms kepada 56 teman dan sahabat lamaku dimana saya lupa kapan terakhir saya menyapa mereka. Dan dari 56 orang yang kukirim sms 16 org diantaranya membalas smsku pagi itu.

Kondisi tubuh ini serasa semakin payah saja,tetapi hal ini tidak boleh terjadi pada pikiranku. Lalu pagi-agak-setgh-siang itu aku habiskan waktuku untuk mengolesi sekujur tubuhku dengan balsem agar hangat dan membalas sms teman-teman yang merespon sms itu, senangnya…berarti aku sepertunya sudah cukup piawai dalam merespon situasi…

Aku ucapkan terimakasih banyak kepada teman2 yg sudah bersedia menemaniku pagi itu, sekali lagi terimakasih…

Dan saat ini Pocky terasa sangat enak disela2 meminum paracetamol, polarist, acitral, dan phenobiotic.

(Ditulis di Rumah sakit Husada Utama Kamar no 803)

******

Malam harinya, kakakku bersama suaminya datang, dan kuceritakan apa yang sedag terjadi. Malam itu adalah malam kedua aku tidak bisa tidur nyenyak, lalu aku banyak berdiskusi dengan kakakku. Satu hal pelajaran yang paling berharga dalam onani saat itu adalah, jangan terjebak dengan ilmu yang kita pelajari, seharunya kita mempelajari sebuah ilmu, kita bisa menggunakannya beyond over the boundaries.

3 hari, selasa, rabu, kamis, aku mencoba mengistirahatkan tubuhku, membuat fungsi liverku berfungsi seperti semula. Di malam hari pertama ku di kamar 803, berarti malam ke-4 ku aku tidak bisa tidur nyenyak. Apakah dikarenakan aku belum bisa mengikhlaskan personal achievement selama ini aku raih? atau dikarenakan dua jenis infus dan suntikan antibiotik yang diberikan oleh suster? i don’t have any idea…Bersama novel the Diary of Wimpy Kid hari-hari di rumah sakit membuatkau banyak sekali berifkir, ketimbang hanya tidur dan menonton TV. Yang saya maksud dengan banyak sekali berfikir adalah benar-benar menggunakan otakku untuk bisa keluar dari ruangan itu. Sayang sekali, selain HP Nokia XPM 5730, aku tidak punya media yang lebih mutakhir.

The ego looks for peace / the spirit rest in it.
The ego is in constant search for happiness / the spirit is absorbed in joy.

Sumber: disini by enti nurindah
******
Tanggal 5 Desember 2009, hari sabtu, minggu, senin, ada yang tidak beres dengan biologis maupun psikologis, pemulihan fisik: selasa, rabu, kamis di RS, pemulihan psikologis, kamis, jumat, Psychodiang. Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari film Shawsank Redemption adalah terinstitusi. Artinya, jika kita dalam sebuah institusi, lalu kita sudah sangat beradaptasi dan nyaman di institusi tersebut, maka ter-institusilah kita, rasanya sangat susah dan tidak nyaman untuk meninggalkan institusi itu dan memasuki institusi yang baru. Pilihannya adalah tetap hidup atau bunuh diri.

Saya terinstitusi di lingkungan kampus saya yang dulu. Mulai tahun 2008, sepertinya sulit sekali untuk lepas, dan mencoba banyak hal agar aku tetap bisa beraktivitas di lingkungan itu. Tahun 2009 kemaren, faktanya teman-teman seusiaku atau se-kohortku sudah tidak ada semuanya, mereka tersebar di seluruh muka bumi, sedangkan aku terus ingin kembali kesana karena memang nyaman berada di sana. Salah…

Salah satu hal yang membuatku teristitusi adalah, sekali lagi dan berkali-kali, *sensored ……….with unconditional way . Saat di rumah sakit, yang membuat saya banyak berfikir ……….. *sensored ………….saya selalu mengulangi kesalahan selama bertahun-tahun. Tidak berubah. Dan itu salah. Akhirnya di malam itu, tidak lain yang saya lakukan adalah *sensored ……….
NB: maaf atas ketidaknyamannya…..
*******

Saya berjanji satu tulisan mengenai Psychodiang, walaupun saya tidak ingin menginat acara itu, karena mengingatkan saya pada kesalahan selama bertahun-tahun yang saya terus lakukan. Tapi itu namanya melarikan diri, and burn out is better than fade away.

Satu komentar saja yang bisa saya katakan mengenai malam keakraban malam itu: this is it!

Sebelum syaa memberikan komentar saya, ada yang perlu ditekankan, bahwa saya, atau kami para senior, apalagi saya sebagai senior angakatan 2003, sama sekali tidak berhak (apalagi hak secara legal) untuk memberikan kritikan atau pendapat (apalagi secara tertulis), apalagi hujatan terhadap sebuah aktivitas di lingkungan kampus. Kembali pada prissip-prinsip yang kami anut selama ini (setidaknya prinsip yang saya pahami), jangan membunuh kreativitas orang lain, mereka memilik cara pandang sendri terhadap dunianya. Dan prinsip lain yaang mungkin agak bertentangan, dimana saya membaca buku whatever you think, think the opposite, Pal Arden mengatakan ask slap on your face, truth hurts, but is working than a pat on your back. Mintalah tamparan di muka anda, benar-benar sakit, tetapi lebih efektif daripada tepukan di punggung. Saya paham, tetapi terkadang saya sendiri tidak demikian, tidak siap untuk tamparan dimuka, atau bahkan menghindarinya. Padahal prinsip inilah yang dianut oleh para atlet untuk mencapai mendali emasnya. Jadi, jangan mengharapkan kata-kata yang manis dari saya.

Agar terasa lebih ramai, sebelum Psychodiang diselenggarakan, saya mencoba meng-sms semua teman saya agar kita bisa melakukan reuni kecil-kecilan. Semua kembali pada konsep awal arti malam keakraban itu sendiri, tidak seperti tahun sebelumnya (silahkan baca notes saya yang agak kontroversial, dan saya pun merasa gak bersalah, di ).

Kita bisa duduk bersama, pengisi acara dari kita, banyak sekali lintas angkatan yang datang, mulai 2009…eh, saya belum bilang, acara ini diselenggarakan oleh adik-adik baru kita angkatan 2009…..mulai 2009, 2008, 2007, 2006, 2005, 2004, 2003, bahkan 2002 dan 2001. Temanya sangat menarik, berbeda, kreatif, sederhana dan simpel, tatanan tempat duduknya ok, lesehan lebih dari cukup, apa lagi tidak ada force mayure yang datang, ada spot-spot khusus untk terjadi suatu interaksi (jenius !!!, mulai dari tempat makanan konsumsi gratis, jagung bakar, game tradisional, dsb), makanannya juga enak, plus gratis, acaranya seru, penontonnya banyak. Tetapi yang paling kita senang adalah, bertemu dengan teman-teman dan sahabat-sahabat lama. Ada Tikus God, sayang tidak ada mas Dauz, pasti mereka tidak mengalami performance stage orgasms, tidak seperti Tikus God biasanya. Tetapi saya sangat mengapresiasi sahabatku Kotot di gitaris dan Dana si drummer.

Sudah cukup kata-kata manisnya.

Sebenarnya satu hal yang agak mengganjal adalah: para senior ternyata tidak benar-benar memanfaatkan 100% acara yang sudah sangat this is it ! itu sebagai media keakraban mereka. Beberapa fakta yang terjadi, yang saya nilai ketika display angkatan, mereka tidak all out, secara performa maupun anggota yang mengisi acara. Display angkatan tidak sekedar bersolo performance, tidak sekedar bernyanyi never ending song, tetapi seharusnya bisa lebih dari itu. (*saya membenci diri saya sendiri ketika mengatakan hal-hal ini). Apakah memang dikarenakan 3 makrab sebelumnya sudah mulai berubah pengertiannya? dan mereka membawa hal itu hingga tahun 2009….atau memang mahasiswa-mahasiswa psikolgi sendiri yang sudah mulai berubah karakteristiknya?

Contoh, sering berkata “geje” untuk menanggapai kata-kata/perilaku/respon orang lain yang sedang diajak bicara atau tidak, secara langusng atau tidak, saya pun belum tau apa sih artinya, kenapa tercipta kata itu, untuk apa, tidaklah da kata lain yang lebih terdengar elegan (*saya sendiri secara pribadi membenci kosa kata baru itu).

Saya tidak akan membandingkan makrab ini dengan makrab pertama tahun 2003, atau makrab tahun 2003 dan 2005, tetapi display angkatan tidak hanya sebagai media “kenalan” saja, tetapi bagaimana angkatan kita menjadi tak terlupakan olah angkatan yang lebih junior dengan apa yang mereka berikan. Maaf, saatnya saya menahan diri untuk beropini.

Terima kasih kepada para panitia yang sudah memperbolehkan kami menduduki spot jagung bakar dimana tempat angkatan senior dan snagat senior bisa duduk bareng membakar jagung, hingga jagung itu jatuh ke paving, dan kami mengambilnya kembali pura-pura tidak tahu apa yang baru saja terjadi pada jagung itu, dan memberikannya kepada teman kami dengan penuh keakraban. Esp panitia yang kalau tidak salah bernama Shinta yang menjaga spot itu.

********
kesimpulan chapter 1 . The Quick Brown Fox Jump Over The Lazy Dog:
Minggu pertama Desember yang sangat membuatku tidak bisa tidur dan diopnama
Minggu kedua Desember, Psychodiang yang menyenangkan dan this is it!, padahal baru kemaren lusanya keluar dari RS

Bersambung …..
Chapter 2:he Quick Brown Fox Jump Over The Lazy Frog

Advertisements

~ by imankurniadi on January 10, 2010.

2 Responses to “The end of two-thousands-and-nine suprises (Chapter 1)”

  1. Aku suka quotenya:
    hasil dari kerja keras adalah pada saat kamu berada di sebuah kelompok, dan kelompokmu merasa takut dan resah jika mereka akan kehilangan kamu sebagai bagian dari dirinya.

    Makasih banget udah mau dateng ke Makrab, walaupun kondisinya Mas Iman masih dalam masa pemulihan *baik secara fisik dan psikis* hehe.

    yang masalah kata geje, kalo aku sih mikirnya kata itu untuk ngeledekin orang yang kurang efektif menggunakan kata-kata untuk menjelaskan maksudnya, tapi entah kenapa lama-lama dia mengalami pergeseran makna, jadi untuk mengejek seseorang. gitu..

    • tulisan ini jadisekitar 5 hari yang lalu, dan sebelum ku publish, sekarusnya ku review ulang…thanks…memang psikolgi sudah berubah.

      fyi: nantikan acara “cinematic-orgasms” yang akan diadakan oleh aku dan nobo…..hehehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: