Pool (2010) aka The Poll Diaries
Director: Chris Kraus | Writers: Chris Kraus (screenplay), Oda Schaefer (memoirs) | Stars: Paula Beer, Edgar Selge and Tambet Tuisk
Kelam dan emosional, ini kesan yang saya dapatkan setelah menonton film ini, berjudul Poll atau The Poll diaries. Kebetulan saya menontonnya bersama teman, dan teman saya perkata, “oh wilayah yang namanya Poll ini kalau tidak salah nanti akan bernama negara Polandia”. Jika benar begitu, maka film yang kelam ini mungkin ada hubungannya dengan perang dunia pertama, dan memang seperti itu, ending film ini sedikit menyinggung PD 1.
Diambil dari kisah nyata, bercerita tentang gadis kecil berusia 14 tahun bernama Oda, dimana sepeninggal ibunya, dia harus pindah ke wilayah Poll dimana ayahmya tinggal bersama istri barunya. Ayahnya adalah seorang dokter/professor dengan rasa ingin tahu yg tinggi, seringkali meneliti organ-organ manusia, semisal, dia ingin membedakan bentuk otak penjahat dan otak non penjahat. Secara tidak sengaja, Oda bertemu dengan oerang penjahat terpelajar yg terluka, kemudia dia merawatnya, dan belajar tentang menulis darinya, menulis puisi.
Kelam dan emosional, miserable mungkin kata yang tepat. Selain lebih didominasi dengan cuaca yang mendung, konflik antara anggota keluarga yang membuat suasana suram, selain itu juga diperkuat dengan scoring permainan cello dan biola yang emosional. Terutama biola, mengingatkan saya pada film Red Violin dan The Soloist, dimana terdapat scene yg menggambarkan permainan biola, dari permainannya kita tahu bahwa dia sedih, marah, penyesalan mendalam. Begitu juga permainan biola di Poll Diaries ini, padahal saya tidak begitu paham dan tidak bisa memankan alat musik gesek ini. Film ini terkesan dangat mendalam dilihat dari bagaimana penyutradaraan dan editing dari film ini, dengan dipenuhi pula dialog-dialog yang tajam namun juga mendalam, character twist yang cukup memukau.
cinematicorgasm rate : 74/100

