The Ides Of March (2011)

“LOYALTY. In POLITICS that is the only CURRENCY you can count on.” *(Ides Of March)

IDES OF MARCH (2011)
Director : George Clooney
Cast: Clooney, Gamiatti, Goosling, Seymour Hoffman

Saya berusaha untuk “kosong” saat menonton setiap film, menghindarkan sebuah argument dengan cara komparasi. Tapi kali ini saya akan menolak hal itu. Secara keseluruhan saya menilai cinematicorgasm rating utk film ini adalah 75, tetapi secara khusus-spesifik saya hanya menilai 70. Berikut alasannya, mohon maaf jika saya menyebutkan judul-judul film yang lain.
Film bertemakan election atau pemilu menjadi daya tarik tersendiri bagi saya untuk menontonnya. Karena bagaimana strategi yang mereka (para tim kampanye) lakukan untuk memenagkan calonnya, dan persaingan antara satu calon dengan calon yang lain, terlihat sangat seru tidak kalah dari bagaimana petemburan Optimus Prime membunuh Megatron. bagaimaan pra tim kampanyemencari celah dan kelemahan calon lawan, bagaimana si calon berpidato, dan bagaimana saat kehidupan pribadi si calon lawan dikorek abis-abisan. Tapi ada yang lebih seru dari pertempuran Optimus Prime dengan Megatron di film-film yang bertemakan election, yaitu DEBAT. Dua calon saling duduk bersama lalu mereka berdebat dengan jawaban masing-masing atas pertanyaan yang diajukan moderator, itu sunggu seru abis!
Syaa sangat tertarik dengan pembukaan film Ides of March ini. (No spoiler). Film ini dibukan dengan sebuah pembukaan yang “ideal”, yaitu semua tokoh yang memiliki peran penting dimunculkan di bagian paling awal. Mulai dari Mayers (Goosling) mencoba panggung, Mike Morris (Clooney, si calon) berbicara ttg agama apa yang diyakininya, dan Paul (Seymor) dan Tom (Gamiatti) para chairman tim sukses maisng-masing calon. Itu bagus, apa lagi naskah yang dibicarakan oleh Clooney ttg agama yang diyakininya. Dari bagian awal, film ini telah memberikan kesan “depth-talks” atau pembicaraan yang snagat mendalam. pembicaraan itu sangat cocok di ginakan dalam film-film bertemakan politik seperti ini.

Nah, sekarang penilaian saya. Membandingkan dengan beberapa film fiksi maupun inspired/based on true events, The Ides Of March terkesan nanggung. Pertama dari akting para aktornya. Goosling sepertinya turun level dari pengemudi di film Drive dibandingkan saat dia berperan di film ini. Malah saya masih mengacungi jempol saat dia menjadi lawan main Antony Hopkins di film Fracture. Kalo Clooney, no comment. Malah, saya mash mengacungi aktor-hebat-papan-atas-pendukung seperti Gamiatti dengan mata yang sangat meyakinkan saat bicara dan Seymor dengan ekspresi wajah dan suara berat yang sangat mendukung subjek apa yang sedang dia bicarakan. Untuk film Ides of March itu sendiri, saya masih menganggap beberpaa film berikut ini lebih bagus daripada Ides Of march, temanya sama yaitu kampanye dan pemilu : Recount, Milk (dua-duanya based on true story), dan All King’s Men.

Recount bercerita bagaimana tim kampanye calon presiden Al Gore (An Inconvenience Truth) berjuang jungkir balik mati-matian untuk memenengangkan Algor dalam pemilihan presiden AS melawan Bush. Di film ini snagat terlihat bagaiman perjuangan tim kampenye Al Gore untuk menang. mereka melakukan berbagai upaya dan stratgei yang menjadi daya tarik film ini. Sedangkan, Milk merupakan kisah nyata Harvey Milk, seorang pria gay yang berusaha mendapatkan “kursi” di pemerintahan kota. Di film Milk ini, issue yang diangkat selain bagaimana si gay Harvey Milk mendapatkan kursi, melainkan juga issue hak asasi manusia, khususnya bagi para kaum homoseksual. Yang paling seru adalah film yang berjudul All King’s Men, diperankan oleh Sean Penn snegaai tokoh utama. Bercerita ttg guru (cmiiw) yang berjuang mendapatkan suara dari golongan sosial bawah untuk menjadi gubernur. Di film ini disajikan lengkap kap kap kap kap, dan dipunuhi dengan intrik-intrik yang snagat membuat saya bersemangat. Mulai dari ambisi sang calon gubernur, saat berkampanye dan berpidato untuk mendapatkan simpati, bagaimana tim kampanye menyusun strategi, dan apa strategi untuk melawan calon yang lain. Lengkap kap kap kap kap. Ada film fiksi bertemakan pemilu yang lain, seperti Kentut (film dalam negeri, sayangnya saya belum nonton) dan Man Of The Year. Man Of The Year (dibintangi oleh Robin Williams) bercerita ttg calon presiden dari independen, dia adalah komedian.

The Ides Of March, dibandingkan dari semua film itu, saya pikir agak nanggung bagaiman cerita ceirta di bawa di film ini. Saya menaangkap bahwa issue utama di film ini adalah politics, politics, and loyalty. Tapi konfliknya segitu saja, saya berharap lebih tragis. Tidak ada scne-scne yang memukai yang didukung oleh scoring yang nancep di telinga. Sekian

good take ! cinematicorgasm rating 75/100

~ by imankurniadi on January 3, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,358 other followers