T for Train

Setelah aku menis A for Acquired Immune Deficiency Syndrome, R for Robot, S for Schizophrenia, dan Z for Zombie, sekarang saatnya abjad  T yang mendapatkan kehormatan untuk mengublek-ublek otakku dan memperkerjakan secara rodi jemariku di atas keyboard, dan aku tempatkan di tempat yg terhormat di blogku yang sangat aneh dan geje ini: T for Train.

Kereta mungkin sebuah alat transportasi pertama di dunia, dengan menggunakan roda batu yang juga berbentuk lingkaran (seperti di film the Flinstone) mulai yang ditarik manusia, ditarik hewan, atau bahkan sudah bermesin seperti mobil. Demikian kereta api, sudah memiliki sejarahnya sendiri. Menurut tante Wiki, tranportasi ini sudah memiliki sejarah 500 tahun. Awalnya adalah si James Watt yang menemukan mesin uap, lalu pd th 1820 di Inggris modern rail transport systems pertama kali muncul, menggunakan steam locomotive atau lokomotif mesin uap. Now, and then, teknologi terus berkembang. Kereta api tidak lagi bermesin uap atau berbahan bakar batu bara. Saat ini ada yg bermesin diesel berbahan bakar solar, berbahan bakar listrik, bahkan magnet. Yah, saya bukan pemilik mainan kereta api, atau hobi mengoleksi miniatur kereta api, tapi mumpung abjad T ini belum tersentuh, maka mulai menulislah saya.

T for Train ….

BACK TO THE FUTURE (1985 – 1989 – 1990)

Saya mengetahui bahwa, Back To The Future I yang dibuat di tahun yg sama sy lahir, 1985, disutradari oleh pak tua Robert Zemeckis jenius. Back To The Future I bukan film ttg kereta api, melainkan ttg mesin waktu. Tapi nanti saya kasih tau apa hubungannya film yang saya bahas pertama ini dg film yg akan saya bahas kedua. Dan akan saya beritahu mengapa Back To The Future masuk dalam T for Train.

Ok, jadi ceritanya gini, Dr. Emmett Brown kepleset di kamar mandi, dan eurika! dia menemukan mesin untuk time travel. Kemudian dia mencoba mencuri reaktor nuklir, dan membuat mesin waktu menggunakan mobil DMC yg diberi nama DeLorean ini, ditumpaki Marty (si Michale J. Fox imut) untuk pergi ke masa lalu secara accidentally-tidak sengaja. Di masa lalu, tentunya dia harus kembali ke masa depan lagi (oo..ya…makannya judulnya Back To The Future) akan tetapi DeLorean tidak bisa bekerja tanpa energi. Kemudian Marty mencari Dr. Emmett Brown di masa lalu, dan mereka mencoba mengembalikan Marty ke masa depan.

Back To The Future II, menceritakan Dr. Emmett Brown mengajak Marty ke masa depan, dan secara accidentally-tidak sengaja (lagi-lagi) Marty membeli Sport Almanacs, dan Almanac itu diberikan oleh Biff tua kepada Biff muda di masa lalu. Saat Marty kembali ke masa lalu, dunianya sudang sangat menyimpang dan berubah. Lagi-lagi Dr. Emmett Brown dan Marty harus menyelesaikan masalah ini, harus kembali ke masa lalu menggagalkan rencana jahat Biff. Setelah berhasil menjalankan miri mereka, lagi-lagi accidentally-tidak sengaja DeLorean rusak, dan malah membawa Dr. Emmett ke masa lalu jaman koboi. Nah, Back To The Future III bercerita tentang rencana Marty dan Dr Emmett di masa lalu itu untuk pergi ke jaman koboi, mencari Dr. Emmett yang terjebak disana. Lagi-lagi mereka bertemu dg banyak masalah di dunia koboi itu, dan tetap, harus menemukan cara untuk kembali ke masa depan dg menggunakan DeLorean, tetapi dg cara yang berbeda, karenaitu judul film ini Back To The Future, bah !!

Cara pertama, di BTTF I, memakai petir yang dihanterkan lewat jarum jam raksana. BTTF II, DeLorean malah bisa terbang, lebih canggih habis di permak di masa depan. nah, di BTTF III menurutku caranya sangat jenius. Dengan cara menaruh DeLorean di depan kereta api untuk mencapai kecepatan 80 mil/jam dan mengembalikan Marty ke masanya. Akhirnya keretanya muncul. Ada satu kereta lagi yang membuat saya tertarik untuk membahas film ini (di T for train), yaitu, saat Marty berhasil kembali ke masanya, dimana DeLorean masih berada di jalur kereta, tiba-tiba……… Dr. Emmett Back To The Future (baca: kembali ke masa depan), dengan mesin waktu berbentuk kereta ciptaannya di jaman koboi. Seperti ini desain keretanya, keren sekali bukan:

Time Travel Train from Back to the Future 3 

POLAR EXPRESS (2004)

Polar Express menceritakan ttg malam natal. Dimana beberapa anak mendapatkan tiket spesial untuk menaiki sebuah kereta yang disebut dg “Polar Express”, tujuan akhir adalah kutub utara benua antartika, untuk menemui kampung pabrik mainan Santa Clause. Seperti halnya kereta api uap biasa, kereta ini memiliki beberapa crew, termasuk kondektur, masinis, dan bagian perawatan mesin kereta. Dan seperti halnya kereta biasa, kereta dalam polar Express merupakan kereta yang memiliki bahan bakar batu bara.

Saya sangat suka film bergenre seperti ini: animasi-pelajaran berharga-anak-anak. Polar Express sendiri menceritakan ttg perjalanan kereta itu ke Kutub Utara membawa beberapa anak yang “terpilih” untuk mendapatkan sebuah “tiket” menaiki kereta itu. Di awal film ini sang kondektur (didubbing oleh Tom Hanks) memberikan beberapa clue/petunjuk di dalam tiket, mengenai apa objectives atau tujuan sebenarnya perjalanan ini untuk mereka (sang anak-anak). Clue itu adalah : ARN, LIEVE, AD. Di akhir perjalanan, seperti tugas sang kondektur, saat memeriksa tiket, si kondektur mengukir “kata” di tiket mereka, yaitu ARN menjadi LEARN, LIEVE menjadi BELIEVE, dan AD menjadi LEAD. Sehingga film ini sarat dengan pemaknaan pembelajaran untuk anak-anak. Luar biasa !!! Its do fluffly I’m gonna die !!!  

Nah, inilah hubungan erat dengan film pertama (Back To The Future) saya bahas: Sutradara dr The Polar Express adalah Robert Zemeckis. dan kalian tau fakta yang lain dr film ni (saya tau dr www.imdb.com) tenyata Tom Hanks tidak hanya menjadi pengisi suara sang kondektur saja, tetapi juga pengisi suara dari The Boy (yg mendapat tiket BELIEVE, Father, Hobo, dan Santa Claus itu sendiri. Memang sih hubungan Zemeckis dan Tom Hanks sudah erat. Hal itu terbukti bahwa Zemeckis memakai Tom Hanks di beberapa filmnya, yang juga sangat laris manis bak kacang goreng: Forrest Gump dan Cast Away. 

THE TAKING OF PELHAM 123 (2009)

Alasan saya ingin sekali menonton film ini bukan karena saya penghobi kereta (sudah saya katakan sebelumnya), tetapi karena film ini sutradaranya Tony Scott. One of outstanding directors, one of my favorites. Tony Scott sendiri sudah membuat banyak sekali film box office, sebagian saya tonton dengan tangan kanan memegang popcorn dan tangan kiri memegang orage juice. Diantaranya: DeJavu, …………………………………

detection

Ada satu hal yang menjadi ciri khas film-film Tony Scott, jika kalian memang melihat beberapa judul yang akau sebutkan diatas, ya, ada satu nama yang menghubungkan itu semua, yaitu: Danzel Washington, one of my favorite actor too. Di film-film Tony Scott, Danzel memerankan karakter yang berbeda-beda. Seperti di DeJavu, dia memerankan seorang detektif time travel, The Taking Of Pelham 123, memerankan sebagai operator di stasiun pusat kereta api sub way. Di Unstoppable, Danzel memerankan…… ah, nanti kubahas dibawah.

Jadi, gimana ya, film ini tidak membuat aku begitu mencapai klimaks kenikmatan sih (cinematic orgasms), tetapi, ada hal yang menarik sekali untuk dibahas. Pertama, film ini bertemakan terorisme, yang dilakukan di dalam sebuah subway. Tidak ada bom bunuh diri, tidak ada mobil loncat lalu meledak, tidak ada RPG/Bazoka dan sejenisnya, tidak ada rakitan bom dan tim gegeana yang siap menjinakkan bom. Kedua, The Taking Of Pelham 123 ternyata adalah film remake thaun 1974, yang dulu berjudul “The Taking of Pelham One Two Three”. Ini movie-posternya, tidak sengaja saya temukan saat mengetik kata kunci Taking Pelham 123 di search-engine Google.

pelham123   

The-Taking-Of-Pelham-123-1974-r1-retail-case-cover-48-

The Taking of Pelham 123 bercerita ttg Ryder yang membajak kereta bawah tanah / subway, dan menuntut New York uang sebesar $10000000,1 atau sepuluh juta dollar plus satu sen.  Di lokasi lain, Garber, seorang operator yang bekerja di Rail Control Center (Pusat Kendali Kereta), sedang memantau layar lebar di depannya. Kemudian Garber merasa aneh, ketika kereta Pelham 123 berhenti so tempat yang tidak semestinya. Dan terjadilah ketidaksengajaan komunikasi antara Ryder dan Garber selama film ini berlangsung. Ryder memberi batas waktu satu jam agar uangnya secara tunai dapat diantarkan ke Pelham 123, dan setiap keterlambatan 1 menit dia mengancam akan membunuh 1 orang. Negosiasi semakin alot dan berantakan ketika negotiator polisi blo’on bernama Camonetti. Misi utama Ryder bukanlah untuk mendapatkan 10juta dollar AS, tetapi adalah sesuatu yang lebih besar dr itu, yaitu memanfaatkan waktu dan momen yang tepat untuk terus mengenbangkan uangnya di pasar saham Wall Street.

visualization is very power full thing if u keep thinking it (Ryder-Taking Pelham 123)

UNSTOPPABLE (2010)

Ya, lagi lagi lagi lagi, Tony Scott dan Danzel Washington membuat film tentang lagi-lagi-lagi tentang kereta. Ada satu hal yang sangat menggelitik saat melihat trailer film ini di YouTube, ada komentar “the movie maker is train-sick-syndrome”.

Seperti biasanya yang dilakukan oleh pria bujangan tanpa pacar, pulang kerja, langsung ke mall terdekat (Supermall) untuk menonton film yang benar-benar ingin di tonton di bioskop. Membeli dan menyangking popcorn di tangan kanan dan orange juice di tangan kiri, memberikan tiket kepada pramusaji studio berseragam hitam yang cantik dan sintal, mencari tempat duduk di bagian belakang, duduk, dan mulai melahap biji jagung mekar yang pertama.

Selama durasi 98 menit film ini berjalan, penulis berpendapat, 2/3nya adalah klimaks !! oh man !! bener-bener memacu adrnalin ku. Seharusnya aku tidak mengkonsumsi orange juice dan popcorn saat menonton, tetapi Roti Boy atau Doner Kebab. Mungkin akan tercipta kondisi equilibrium antara jantung dan lambung saat menonton film ini dari awal hingga akhir. Bahkan, posternya bikin jantungen juga:

unstoppable_wp_06_1024    

ada komentar di www.rottentomatoes .com mengenai film ini:

(Director Tony) Scott is much better at building tension here than he was in 2009′s so-average-it-hurt remake of The Taking of Pelham 123 (Jim Schembri, The Age-Australia)

Highly accomplished, wholly predictable filmmaking with a monster of a runaway train as central protagonist (Simon Weaving, Screenwize)

Unstoppable mengkisahkan Frank (seorang masisnis yang sudah mati urip selama 28 tahun di kerta) dan Will (pria kacau dg masalah perkawinan yang baru bekerja 4 bulan). Saat di pagi mereka menggunakan kaos kaki mereka dan berangkat kerja, merek tidak tahu harus menjadi partner satu sama lain. Hari itu pun mereka tidak tahu ada ancaman berbahaya di depan mereka, yaitu sebuah kereta AWR nomer 777, kehilangan kendali. Hal itu dikarenakan oleh blo’onnya masinis yang memindahkan kereta dg muatan berbahaya, turun dari kemudi untuk mengubah lajur rel, dan akhirnya dia tidak bisa mengejar kereta yang sedang berjalan sendiri itu. jadi, Kereta merah itu berjalan sendiri dengan semakin cepat, dan akan menjadi ancaman bagi warga kota jika kereta itu terguling.  

Saya setuju dengan yang dikatakan Jim dan Simon. Film ini memang film yang memacu adrenalin. Penulis kembali berpendapat, sejak film ini menggambarkan adegan masinis gemuk yang berlari mengejar kereta, dan akhirnya kereta berjalan sendiri tanpa pengemudi, klimaks sudah mulai ambil bagian. berbeda dg Taking Pelham 123, Danzel Washington yang memerankan Frank adalah seorang petugas lapangan, bertahun2 sudah mengoperasikan kereta.

Unstoppable mengkisahkan 2 pemeran protagonis yang menjadi pahlawan dadakan Frank dan Will, dan juga 1 pemeran antagonis, yang tidak perlu dicasting, dia pasti mendapatkan peran itu, yaitu: Kerta api merah AWR nomer 777 yang membawa bahan yang mudah meledak.   

This ain’t training. In training they just give you an F. Out here you get killed (Frank)

We’re not just talking about a train, we talking about a missile! (Connie)

~ by imankurniadi on February 6, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,358 other followers