di tempat yang mereka sebut timur

RE POST !!

2 mei 2009

berangkat dari kalasan bersama erwin yang akan melanjutkan perjalanannya ke Lereng Gunung kidul setelah mengantarkanku ke Malioboro. setiba disana, baru beberapa orang yang sudah datang, mungkin 5 orang, dari berbagai kota. Mungkin aku satu2nya peserta bonek dari surabaya, bonek memang terkenal sedari dulu, boneklah yang membuat kerusuhan membuhuh jendral Mallaby dan terjadilah peristiwa 10 November di hotel yang sekarang disebut sebagai hotel majapahit di jalan tunjungan…

my mighty lovely bag

akhirnya berkumpul semua, peserta NFA 09 di stasiun tugu. hm.. masih merasa asing, karena tidak satupun orang yg ku kenal, memang aku sengaja demikian. ternyata tetap saja, intovertku masih mendominasi, secara kondisional, aku sendiri yang menyebabkan out group. tidak jadi masalah.

sangat kreatif, bisa ditiru !! peserta dibagi menjadi 4 kelompok, hana caraka – data sawala-pada jayanya-maga batanga. aku sudah tau artinya, aku kroscek ke bapakku, dan artinya adalah : ada utusan – saling padu (bertengkar) – sama kuatnya – menjadi bangkai.
kalo tidak salah, ada dua raksasa yang sama kuat, lalu mereka bertarung, karena sama-smaa kuat, tidak ada yang menang, dan tidak ada yang kalah, hanya menjadi bangkai…

lalu kita berangkat menuju gua cerme, untuk caving. perlu dicatat: jangan duduk di kursi truk yang batangannya tinggal 2 (yang satu sengaja dipatah, hal ini berada di paling ujung truk bagian dalam), tidak baik untuk pantat anda, apalagi anda tidak bisa berharap banyak terhadap suspensi dari tronton tsb. pantat tremor

setibanya di gua cerme, kata hidayat gua ini adalah gua wisata, nggak terlalu menantang. i dont give a shi*, lagi pula, ini pertama kali ku menjelajah gua. cukup menantang. sejauh 4 km dengan berbagai kondisi dinding, kedalaman air, lebar, dan jalan . . . yang membuktikan bahwa, time is money, but time is money can’t buy, subhanallah . . . .
perlu dicatat: pakai sandal traking, head lamp, dan sepertinya harus mengecilkan tubuh…

makan siang di pinggir danau (katanya) menurutku ini bukan danau, tapi telaga kecil, kolam, bukan danau. tidak penting, yang penting adalah nikmatnya makan ikan asin di bawah pohon tua dan besar, dijamin saking lezatnya makan siang itu, kamu nggak bakalan kesurupan. dan terpaksa, karena buahnya hanya semangka, dan kelihatannya sangat menyegarkan, aku makan semangka itu . . . terpaksa deh makan semangka. nikmat sekali, suasana ini mengingatkan aku saat LMT tahun 2004 di Pujon, setelah makan, tidur di bawah pohon hingga berjam-jam…

tapi tentu saja nggak boleh tidur, kita melanjutkan traking ke mulut gua tempat awal kita masuk gua tadi. selama perjalanan baju akhirnya kering, kemudian melanjutkan perjalanan ke candi boko. sepertinya waktu SD waktu aku pernah tinggal di yogyakarta, aku pernah ke tempat ini. view langsung gunung merapi, di keluargaku, hanya ibuku yang pernah menaklukkan puncak itu. jauh sebelum dia menikah, waktu dulu dia mendaki, seorang temannya meninggal karena jatuh. dan itu menjadi pendakian terakhir ibuku…mungkin…atau pernah naik gunung yg lain ya?
perlu dicatat: jangan makan semangka saat berkemah rame-rame, karena semangka makan siang tadi membuat aku ingin pub, dan kamar mandi di kawasan candi boko ngantrinya luar biasa. ndak pa pa, ditahan… wes man, ndak usah makan semangka maneh

setelah check in di tenda, ambil tripod, dan bersipa untuk memburu sunset. hasil hunting cukup menyenangkan, sayang ndak punya filter CPL atau PCL, lali aku namanya apa. di bawah ini modelnya adalah mas kisut (apa ini ya namanya rodok lalu aku), pake caping gunung pinjem mbak umi…
model : mas kisut, bukan model sih, tapi candid

saya suka mencapture foto siluet

malam hari makan malam bersama, tahu bacemnya nendang banget. kemudian menyalakan api unggun. lah kok, gara-gara semangka, gangguan itu muncul lagi. udah deh, berbekal senter, aku ke kamar mandi yang gelap. perlu dicatat: di tempat seperti ini jangan melamun

foto-foto ku selama petualangan kali ini beberapa bisa anda lihat di http://www.imankurn.deviantart.com

saya bukan orang asing lagi

3 mei 09

jam 05.10, ternyata sudah subuh, saatnya hunting sunrise, setelah sholat, langsung ke candi lagi. matahari tersenyum di tempat yang mereka sebut timur. aku mendapatkan view yang cukup bagus di pendopo, eh ternyata ada view yang lebih bagus lagi dibawahnya, tapi sayang, matahari sudah terlalu tinggi . . . .

sarapan gudeg bareng, paling enak muluk, ndak usah susah2 nyuci sendok. trus kita lanjut ke sungai elo naik bis. rafting rafting rafting. aku memang suka rafting, tapi menurutku di elo ini ndak begitu byar byur, beda di pekalen. yang terpenting saat rafting adalah : all out, bukan seperti apa kondisi sungainya, walaupun kuku jempol kakiku hampir lepas. terpenting kedua dari rafting adalah : minum degan di pinggir sungai. akhirnya NFA berakhir di malioboro, di lokasi kita berangkat kemaren.

disamping karakter yang masih introvert, pantat tremor, efek samping dari semangka, dan kulit gosong, petualanganku kali ini aku dapet banyak hal baru. memang sebelumnya belum pernah melakukan perjalanan dengan komunitas tertentu seperti natrekk, tapi memang berpetualang bersama orang-orang ini ada sebuah passion yang berbeda. beberapa komunitas yang aku ikuti, aku mengamati ada ciri khas yang membedakan mereka, contohnya para photografer yang berpenampilan klumush-klumush, atau para akademisi yang berwajah kutu buku. sedangkan para trakker ini ada satu ciri khusus yang melekat : dilihat dari usianya, wajah maupun perilaku mereka jauh terlihat lebih muda.
tetapi ada satu persamaan: sangat terlihat bahwa mereka memiliki hasrat, passions, dream, atau apalah istilahnya terserah, yang sangat membuat aku takjub, mereka tetap bisa menjadi diri sendiri. dan berkumpul dengan orang2 semacam ini adalah sebuah kenikmatan tersendiri. mungkin hal inilah yang membuat kita awet muda. seperti saat saya menonton Tikus God (mas Is & Daus yang jingkrak2 karena kebanyakan minum miras, dan qotot dengan pakaian Baba Rafinya memainkan gitar, atau Dana yang cuek bebek menabuh drum), atau saat saya berada di tengah2 orang2 yang saling menkonflikkan ide-ide mereka, atau bersama orang2 yang senang berpetualang menambah kapasitas LTM mereka ttg alam Indonesia. kata ella, sebuah perasaan seperti: antonym dari “desperate”, kemudian antonym itu dipangkatkan 10. sepertinya saya menemukan satu hal lagi untuk meng-cope psychological disorder . . . . …

bukan sama kuat akhirnya menjadi bangkai, tapi “a good idea is an idea that happens”, and.. it happens last weekend

this is my lovely mighty bag, yang setia membuat punggungku pegal2

i had an a w e s o m e weekend

thanks to :
ella
erwin
mas opang, mas inal, mbak umi, and the natreks
dayat dan ibu lia
hippo boyd

what i’m listened during this adventure :
ephemera – ballon and champagne
lipgloss – mereka sebut timur
will i am – its a new day
royskoop – remind me
the ting things – walk on & great DJ
beetles – i got a feeling
the sigit – all the time
coldplay – life in technocolor
and
chiptown ranger – need no worries
rocket boys – follow me

(edited 06.05)

~ by imankurniadi on June 6, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: