Ghibli Studio: Ponyo On The Cliff By The Sea
Title: Gake no ue no Ponyo or Ponyo On The Cliff By The Sea (english version)
Director : Hayao Miyazaki
by Ghibli Studio
referensi:
Trailer (you tube)
wikipedia
imdb
Berbicara tentang masa lalu, ketika kakak saya tergila-gila dg anime jepang, kemudian dia meminjam film yang berjudul Princess Mononoke. Dengan bahasa jepang terjemahan bahasa inggris, saya tidak bisa memahami secara keseluruhan, tetapi terdapat kesan yang mendalam saat menonton film itu, bahwa si pencipta/sutradara dan para animatornya memberikan bumbu dan kesan yang sangat unik dan berbeda dengan film-film kebanyakan. Yang pasti, ciri khas dari film kartun adalah imajinatif, semakin imajinatif kemampuan si pencipta film, maka semangatnya juga akan tertular kepada para penontonnya, pentonton akan merasakannya. Akan tetapi sangat berbeda dengan kartun-kartun yang dibuat oleh studio Ghibli. Bagaimana mereka (terutama sang sutradara Hayao Miyazaki sensei) mendefinisikan imajinatif sudah sangat keluar dari kotak. Mereka mampu menciptakan karakter yang keluar kotak, begitu juga dengan plot alur ceritanya. Misalnya, lihat karakter di gambar berikut ini, ttg monster kucing (dari film My Neighbor Totoro, saya belum menonton film ini, sulit sekali memburunya karena film ini beredar pertama kali tahun 1989):

Untuk informasi Studio Ghibli lebih lanjut
Kartun Ghibli sangat bergaya old-fashion, ceritanya terkadang agak berat seperti film-film pemenang best picture academy awards. Mulai menonton Princess Mononoke saya langsung menjadi pengagum dari Miyazaki dan studio Ghibli-nya. Film lain yang akhirnya kulihat yang dibuat dari studio ini adalah Spirited Away (memperoleh penghargaan Best Animated Movies di ajang Piala Academy Awards/Oscar 2003), perlu ditekankan film Spirited Away adlaah film kartun, tapi saya sebagai penontonnya pun sangat terasa suasana misstisnya, ceritanya sangat unik, benar-benar kreatif, imajinatif, dengan karakter-karakter yang berbeda dan tidak bsia disamakan dengan film yang bertemakan “hantu/gaib” yang lain. Kemudian saya juga telah menonton Howl’s Moving Castle, kalo tidak salah saya pernah melihat novel yang berjudul sama, dan ternyata memang film Howl’s Moving Castle yang dibuat studio Ghibli mengangkat cerita dari novel itu.

Jika Princess Mononoke bercerita tentang dewa hutan, Spirited Away bercerita tentang “dunia lain”, dan Howl’s Moving Castle bercerita istana yang memeiliki kaki dan sihir, maka Ponyo bertemakan persahabatan….
Saya akan bercerita, tetapi tidak lengkap, karena tulisan ini memang bertujuan untuk membuat kalian yang membaca menonton film ini, nah, begini cerita ringkasnya:
Di sebuah lautan luas, ada pasangan penyihir, suami istri, si istri lebih kuat daripada si bapaknya. Mereka punya anak atau “makhluk ciptaan” berwujud seperti ikan, dan salah satu ikan yang mirip goldfish itu bernama Ponyo.
Ponyo tidak suka hanya berdiam diri di dalam rumahnya, kemudia — karena dia juga makhluk spesial kesayangan kedua penyihir itu — dia berusaha pergi ke daratan, mungkin, hanya untuk bermain.
Lalu Ponyo bertemu dengan Sosuke, sorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya, dan ayahnya adalah seorang pelaut.
Ponyo menyukai Sosuke, akan tetapi ayahnya tidak senang dg hal itu. Kemudia Ponyo berusaha berubah menjadi manusia agar dapat terus bersama Sosuke. Akan tetapi akibatnya menjadi bencana, karena yang dilakukan Ponto merusak kesembangan alam.
Dijamin film ini tidak sekelas sinetron, saya saja rela memburu DVDnya…bajakan lagi (sial !!)
sebenarnya saya bertanya-tanya, seberapa anehkah saya? jika dilihat rasio perbandingan menonton film ini, diantara 100 orang apakah ada 1 orang pun melihat film ini? san saya termasuk 1 orang itu?


